JUMAT sore 26 Agustus 2022 Bupati Sleman Hj Kustini Sri Purnomo melantik Ishadi Yazid, SH sebagai Kepala Dinas Pariwisata Sleman yang baru. Panewu Prambanan tersebut menggantikan Ir Suparmono MM yang menjabat Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman.
Ada beberapa catatan yang perlu digaris bawahi terkait peran Pak Pram, demikian panggilan akrab Ir Suparmono MM, dalam membangun pariwisata Sleman sejak dilantik Bupati Sleman sebagai Kepala Dinpar Sleman pada 18 Juni 2021.
Selain dikenal sebagai sosok yang ramah pada media, Pak Pram merupakan pribadi yang humble. Dalam beragam kesempatan mengikuti kegiatan kepariwisataan, mantan Panewu Cangkringan ini menunjukkan dengan jelas bagaimana seorang pemimpin hadir sebagai teladan. Selalu datang lebih awal untuk memastikan segala sesuatunya telah dipersiapkan dengan benar, Pak Pram tak jarang membuat rikuh para stafnya. Meskipun begitu, beliau selalu menempatkan mereka sebagai partner kerja yang harus dihormati.
Kedisiplinan yang dipadu dalam budaya ketimuran menempatkan tokoh ini kadang sulit diterka oleh siapapun yang kebetulan berhadapan dengannya. Dalam sebuah kesempatan, tak jarang beliau menggunakan pasemon. Sebuah cara khas Jawa untuk menasihati, mengingatkan, bahkan memarahi tetapi dalam kemasan budaya yang halus. Karakter ini, tanpa bermaksud membeda-bedakan, jujur tak banyak ditemukan pada diri pejabat kita. Kebanyakan, kemarahan ditunjukkan sebagai kemarahan yang kadang menegasikan kasih sayang dan kemanusiaan.
Sisi lain dari seorang Pak Pram adalah totalitas. Sebagai pejabat yang memanfaatkan benar fungsi media sosial, kita bisa mengikuti kepak juangnya dalam mengemban amanah sebagai seorang pejabat atau kepanjangan tangan Bupati Sleman. Nyaris tak ada istilah libur bagi sosok bersahaja ini. Dalam sehari bisa pindah di berbagai tempat untuk memantau program, mengevaluasi kegiatan, atau sekedar menyapa lapisan masyarakat di pedesaan. Kami mengakui yogyapos.com pun banyak terbantu dengan kinerja dan performan pejabat yang seperti ini.
Kesediaan untuk membuka diri mempermudah partner untuk berkoordinasi. Bukan tipe pejabat yang kaku dengan protokoler, tetapi fokus pada tuntas sempurnanya pekerjaan atau agenda. Ini yang sebetulnya sangat dibutuhkan oleh birokrasi yang padanya tersemat tugas sebagai pelayan masyarakat. Terlihat jelas sosok Pak Pram sebagai orang lapangan yang paham akan rencana dan skala prioritas.
Jika pariwisata Sleman cepat menggeliat setelah pandemi Covid-19 melandai, itu antara lain dari kerja cerdas dan inovatif Pak Pram sebagai pimpinan yang tak henti mengambil terobosan. Berani pasang badan selama segala sesuatunya telah dikerjakan anak buah adalah mentalitas yang hanya ada pada pribadi pengayom. Kami yang berada di Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) sangat termotivasi dengan pola kepemimpinan yang beliau gerakkan.
Terima kasih atas penerimaan dan keteladanan yang Pak Pram berikan. Sebuah dedikasi yang patut dihargai mengingat tak banyak pejabat yang mampu menempatkan diri sesuai semboyan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani. Selamat datang Pak Ishadi Yazid, selamat berjuang, semoga pariwisata Sleman semakin jaya dan berkah bagi warganya. (Wahjudi Djaja, Anggota BPPS)
