Paguyuban Pametri Kali Bedog Dideklarasikan

share on:
Prosesi memetri Kali Bedog bersama Sekar Pangawikan || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sungai adalah urat nadi kehidupan. Mengalir sepanjang sejarah umat manusia, sungai telah menjadi bagian penting dari peradaban. Hampir semua pusat kekuasaan kerajaan senantiasa berada di tepi sungai. Bukan saja sebagai sarana transportasi dan irigasi, sungai merupakan simbol kehidupan.

Dengan lantang Ahmad Yani, Ketua Paguyuban Pametri Kali Bedog (PPKB) mengawali pembacaan deklarasi. Ia bersama puluhan pengurus berdiri di tengah Kali Bedog di sisi Dusun Rajek Wetan Tirtoadi Mlati Sleman, Selasa (23/8/2022). Dengan difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY, segenap pionir dan pengelola wisata berkolaborasi dan bersinergi mendirikan sebuah komunitas lintas desa.

Pada bagian lain deklarasi dibacakan, posisi sungai sejak awal sejarah berada di wajah depan manusia. Maknanya adalah adanya penghormatan dan penghargaan atas air sebagai salah satu unsur kehidupan.

Deklarasi Paguyuban Pametri Kali Bedog || YP-Wahjudi Djaja

“Memuliakan sungai adalah tugas penting setiap manusia yang paham akan dinamika peradaban,” tandas Ketua Desa Wisata Religi Mlangi ini.

Selain sebagai tapal batas wilayah kerajaan, lanjut Yani, Kali Bedog yang mengalir sejak hulu di kaki Merapi sampai bermuara di Kali Progo merekam sejarah pertumbuhan dan perkembangan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Banyak ekosistem yang menandai kekhasan Kali Bedog. Maka menjaga eksistensi berikut ekosistem Kali Bedog sesungguhnya adalah Tugas Peradaban bagi siapapun yang wilayahnya dialiri airnya,” tegasnya.

Prosesi deklarasi dan pengukuhan Paguyuban Pametri Kali Bedog (PPKB) diawali dengan kirab budaya dipimpin R. Bambang Nursinggih, SSn bersama Lembaga Kebudayaan Jawa Sekar Pangawikan. Prosesi bergerak dari Pendopo Wanadesa Dewi Rawe menyusuri tepi Kali Bedog kemudian turun ke dasar sungai dan membaca puja gurit doa mantra.

Hadir dalam deklarasi itu selain jajaran Badan Kesbangpol DIY juga para perangkat kalurahan dan pengelola wisata dari Kampung Flory (Tlogoadi), Embung Senja dan Desa Wisata Rajek Wetan (Tirtoadi), Desa Wisata Nglarang Kali Apung dan Pojok Ndeso (Sidoarum) serta Desa Wisata Mlangi (Nogotirto).

Kepengurusan yang dideklarasikan akan bekerja untuk masa pengabdian selama lima tahun sampai 2027. Dalam sesi diskusi selama Bimtek dan sebelum deklarasi, banyak usulan untuk sama-sama mengangkat eksistensi dan potensi Kali Bedog. (Iud)

 

 


share on: