Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, Minggu (12-12-2021) sekitar pukul 10.08 wib. Luncuran awan panas mengarah ke arah barat daya, arah angin ke timur.Tercatat di seismogram dengan amplitudo 27 mm dan durasi 158 detik, dengan jarah 2000m ke arah barat daya.
BPPTKG menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah yang berpotensi bahaya. Disamping itu juga dihimbau kepada masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan diseputar gunung Merapi.
Berikut Rekomendasi BPPTKG:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara - baratdaya sejauh maksimal 3 km kearah sungai woro dan sejauh 5 km kearah sungai gendol,kali kuning,boyong,bedog,krasak,bebeng,dan putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau rasius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun didaerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi gunung merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan diseputar Gunung Merapi.
4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
5. Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5km dari puncak Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan yang signifikan ,maka status aktifitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)
