Yogyapos.com (SLEMAN) - Menjelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Brau 2023 (Nataru), tingkat okupansi hotel-hotel di Sleman sudah mencapai kisaran 60 persen. Hingga akhir tahun angka tersebut diperkirakan bisa mencapai 95 persen. Angka tersebut melonjak cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa dengan okupansi 45 persen–50 persen.
Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Sleman, Joko Paromo menyampaikan, lonjakan okupansi hotel dipengaruhi oleh libur sekolah dan banyaknya perusahaan yang menggelar liburan Bersama untuk mengisi akhir tahun. Perayaan akhir tahun akan digelar oleh internal masing-masing hotel, seperti dinner dan live music.
“Pekan ini kita diuntungkan dua event yaitu libur sekolah dan liburan akhir tahun. Jadi okupansi bisa meningkat,” ujar Joko kepada wartawan, Rabu (14/12/2022).
Anggota Komisi B DPRD Sleman Rahayu Widi Cahyani || YP-Ist
Joko menginbau, bagi hotel-hotel yang tahun merayakan pergantian tahun secara internal hendaknya tetap menjaga protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Sleman, Rahayu Widi Cahyani SH MM menyampaikan, dengan naiknya okupansi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan akhir tahun 2021 lalu yang ketika itu masih banyak pembatasan untuk mencegah penularan Covid-19.
Tahun lalu di akhir tahun okupansi hotel hanya 45persen. Namun demikian karena pandemi Covid-19 belum selesai ditambah dengan adanya varian baru XBB, maka protocol Kesehatan (prokes) masih harus diterapkan dan diperketat.
“Adanya varian XBB ini tetap harus kita waspadai, sehingga protokol kesehatan tetap harus diterapkan secara ketat,” tandas Rahayu. (*/Sulistyawan Ds)
