'Neka Nu-Na' Eksplorasi Wastra Nusantara Gaya Iffah M Dewi

share on:
Neka Nuna, rancangan busana karya Iffah M Dewi || YP-Dok Sogan Batik

INDONESIA sangat kaya dengan panorama alam dan potensi wastra. Setelah mengeksplorasi nuansa masjid Nabawi dalam sebuah rancangan busana, kali ini disainer Iffah M Dewi meluncurkan karya terbaru  bertajuk ‘Neka Nu-Na’. Ungkapan ini merupakan petuah yang diserap dari pulau  Nusa Tenggara Timur yang sangat menginspirasi dirinya.

“Petuah ini sangat menginspirasi. Ungkapan yang kurang lebih bermakna jangan seperti adalah petuah dari Nusa Tenggara Timur. Ungkapan sederhana yang memiliki makna sangat luas dan mendalam. Berisi nasehat tentang bagaimana kita bersikap dan berperilaku dalam menjalankan hidup,” ujar Iffah kepada yogyapos.com melalui telepon seluler Minggu (28/8/2022).

Iffah M Dewi diantara para modelnya || YP-Dok Sogan Batik

Ditambahkan Iffah, lewat label Sogan Batik miliknya, rancangan busana ‘Neka Nu-Na’, dirinya ingin  menyampaikan petuah petuah bijak bagi semua masyarakat bahwa disekitar kita banyak sekali peristiwa yang dapat kita ambil maknanya.

Iffah mengaku, karya terbarunya ini terinspirasi pada saat dirinya melakukan perjalanan ke daerah Nusa Tenggara Timur  (NTT), sehingga corak yang ditampilkan dalam rancangan busana ini juga berisi kolaborasi diantara keduanya.

Mengenai materi yang dipakai dalam karya terbarunya ini, Iffah menggunakan bahan-bahan Wastra Nusantara seperti tenun dan batik tulis . Sedangkan untuk corak busana, Iffah  berusaha menggambarkan keindahan Labuan Bajo NTT yang dipadu dengan batik cap khas Jogja.

Wastra Labuan Bajo lebih sering dikenal dengan nama Songke merupakan tenun yang indah berasal dari kapas asli. Setelah dipetik dari pohonnya, kapas-kapas tersebut kemudian ditenun dengan menggunakan alat tradisional. Oleh karena itu, pembuatan kain ini biasanya membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak.

Dibanding tenun lainnya wastra Labuan Bajo mempunyai banyak keunggulan dan salah satu kelebihan diantaranya terdapat pada benang pada kain tenun ikatnya yang umumnya memiliki beragam warna dalam satu helai benang.

Sebab pada saat proses pencelupan atau pewarnaan benangnya dilakukan dengan beberapa tahap. Selain itu, karena bahan tenun berasal dari  material alam, maka wastra Labuan  Bajo sangat ramah lingkungan. Oleh karena itu, ketika diupadukan dengan batik tulis maupun batik model cap hal itu akan menjadi kolaborasi karya etnik yang luar sangat indah.

Iffah berharap, melalui rancangan busana ini masyarakat pecinta busana selalu melestarikan budaya yang memiliki nilai positif, mengambil hikmah dari setiap pelajaran kehidupan untuk kemudian dijadikan pijakan dalam melangkah agar menjadi lebih baik lagi. (Sulistyawan Ds)

 


share on: