Yogyapos.com (SLEMAN) - Tanggal 10 Agustus ada pemandangan yang tidak biasa di Pesawat N250. Pesawat koleksi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla). Kabin pesawat N250 yang biasanya ditutup, di tanggal itu dibuka selama sehari. Bukan tanpa alasan mengapa kabin Pesawat N250 dibuka.
Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Kolonel Sus Yuto Nugroho menjelaskan, dibukanya kabin Pesawat N250 dimaksudkan untuk memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.
"Selain untuk merayakan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, juga untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya pengunjung Muspusdirla masuk kabin dan melihat interiornya. Pengunjung bisa masuk pula di kokpit Pesawat N250," terang Kolonel Sus Yuto Nugroho.
Saat kabin Pesawat N250 dibuka, ratusan pengunjung rela antri. Tak terkecuali para siswa dari Sekolah Menengah Pertama Sayegan, Sleman. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sayegan, Rini Tri Murdita mengaku senang anak didiknya mendapat kesempatan masuk di kabin Pesawat N250, walaupun harus berbagi waktu dengan pengunjung lainnya.
"Senang bisa masuk kabin pesawat N250. Semoga ke depan lulusan SMP Negeri 1 Sayegan ada yang menjadi seperti Habibie," harapnya.
Saat menerima siswa dari SMP Negeri 1 Sayegan, Kolonel Sus Yuto Nugroho menjelaskan sejarah ditetapkannya Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Menurutnya, Hari Kebangkitan Teknologi Nasional bermula dari peristiwa menggembirakan yang terjadi 27 tahun silam, tepatnya tanggal 10 Agustus 1995 dimana saat itu Pesawat N250 terbang perdana. Tak kurang dari 250 wartawan berbagai media dari dalam dan luar negeri meliput momen penting dalam industri dirgantara Indonesia itu. Prosesinya dihadiri Presiden Soeharto dan para pejabat negara.
"Dari Pangkalan Udara Husein Sastranegara Bandung, Pesawat N250 terbang selama 56 menit di atas laut Jawa di ketinggian 1.000 kaki dan mendarat dengan selamat di pangkalan udara yang sama. Tanggal terbang perdana Pesawat N250 ditetapkan Presiden Soeharto sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional," terangnya.
Pesawat N250 Gatotkaca lanjut Kolonel Sus Yuto Nugroho, merupakan mahakarya B.J. Habibie yang didedikasikan untuk Indonesia dan sebagai hadiah istimewa bagi Republik Indonesia yang merayakan Hari Kemerdekaan ke-50. Kelahirannya menjadi tonggak bersejarah bagi dunia penerbangan Indonesia.
"Untuk memeriahkan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, tak hanya kabin Pesawat N250 saja yang dibuka. Banyak acara yang dihelat. Termasuk Merti Pesawat N250 dan lomba pasang status WhatsApp foto Pesawat N250. Lomba yang khusus diperuntukkan anggota Muspusdirla ini pemenangnya dinilai dari banyaknya viewer yang melihat status WhatApp yang diunggahnya," pungkasnya. (Spd)
