Yogyapos.com (SLEMAN) - Sampai sore tadi, polisi telah memeriksa 13 orang terkait musibah susur sungai Sempor yang mengakibatkan 8 siswi SMPN 1 Turi meninggal dunia dan 2 siswi lainnya belum teridentifikasi. Mereka terdiri 7 Pembina Pramuka dan warga termasuk pihak pemilik obyek wisata Sungai Sempor. Dari pemeriksaan itu ditetapkan 1 orang tersangka, IYA guru pembina Pramuka. Tak tertutup kemungkinan tersangkanya akan bertambah.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto kepada wartawan Sabtu (22/2/2020) mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa Kwartir Daerah, terkait standar operasional prosedur pelaksanaan Pramuka yang memiliki resiko tinggi. “7 pembina pramuka sudah kami periksa. Kami juga memeriksa kwartir daerah tentang SOP pelaksanaa kegiatan pramuka yang berisiko tinggi tersebut. Kami juga akan mengumpulkan keterangan dari peserta susur sungai, namun butuh waktu. Lantaran mereka masih trauma. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih belum bisa memberikan hasil pemeriksaan,” ujar Kombes Yuliyanto.
Sementara itu dalam jumpa pers tersebut, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Turi Titik Nurdiana menyampaikan bahwa 7 pembina pramuka tersebut semuanya adalah guru SMPN 1 Turi Meski demikian Titik mengaku tak tahu terkait kegiatan susur sungai tersebut. “Saya tidak tahu jika ada kegiatan susur sungai. Para pembina tidak ada koordinasi dengan saya ataupun bagian kesiswaan. Memang setiap Jumat ada kegiatan pramuka di sekolah. Namun jika berlanjut ke susur sungai, tidak ada laporan ke saya,” kata Titik.
Sedangkan Bupati Sleman Sri Purnomo telah mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah dan Pengawas di Kabupaten Sleman. Ia mengingatkan kepada seluruh Kepala Sekolah dan Pengawas, khususnya Pengawasan TK SD SMP, untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada peserta didik.
“Kami mengimbau agar seluruh pihak sekolah agar selalu waspada terlebih dalam membawa anak dalam jumlah yang besar sehingga terlebih berkegiatan di luar sekolah. Ketika melakukan kegiatan outdoor harus mempersiapkan dari pembina yang ahli dan profesional di bidangnya,” ujarnya.
Kedepannya, Sri Purnomo mengatakan Pemkab Sleman akan membuat prosedur tetap (protap) terkait dengan kegiatan outdoor sehingga nantinya akan dijalankan secara profesional guna menjaga keselamatan anak didik terjadi.
Saat ini seluruh korban sudah ditangani di rumah sakit dan seluruh pembiayaan ditanggung oleh Pemkab Sleman. Selain itu, bimbingan psikologi sudah diturunkan kepada para keluarga korban yang sedang menunggu di Puskesmas maupun SMP 1 Turi. (Dol)
