Museum Muhammadiyah Berdiri Kokoh di Kampus UAD Yogyakarta

share on:
sebagian ruang bagian dalam Museum Muhammadiyah yang baru saja diresmikan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi didampingi dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhajir Efendi, meresmikan Museum Muhammadiyah yang berlokasi di Komplek 4 Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jalan Ahmad Yani Ringroad Selatan Tamanan Banguntapan Bantul, Senin (14/11/2022).

“Keberadaan museum ini tidak terlepas dari penawaran Presiden Joko Widodo. Pada saat itu, beliau meresmian Museum KH Hasyim Asy'ari (Milik NU). Kemudian bertanya pada saya, Muhammadiyah sudah punyak museum belum, Saya jawab belum, dan Presiden memberikan penawaran agar Muhammadiyah mendirikannya melalui Pemerintah,” kata Muhajir Efendi.

Alhasil, seiring dengan perkembangan perjalannya akhirnya Presiden melakukan peletakan batu pertama pembangunannya. Pembangunan ini mulai Desember 2019 dan akhirnya terwujud pula meski belum sempurna 100 persen.

“Keberadaan Museum Muhamadiyah antara lain guna mentransfer sejarah dan perjalajan bangsa dan perjuangan para pahlawan. Para generasi milenial tahu dan mengahayati perjuangan Bagsa Indonesia terutama para pahlawan termasuk yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan,” tambahnya.

Museum ini juga diharapkan menjadi semacam pusat informasi, edukasi, wisata dan sarana hiburan bagi masyarakat. Tempat gedungnya berada di UAD karena universitas ini cukup tua yaitu semula bernama IKIP Muhmammadiyah Yogyakarta.

“Menurut hemat saya bahwa Muhammadiyah perlu mengembangkan tempat sejarah yang berkaitan dengan sejarah Muhamamadiyah sebagai wisata riligi," sambungnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir memencet tombol menandai peresmian Museum Muhammadiyah di Yogyakarta || YP-Supardi

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, mengungkapkan museum ini diharapkan memberikan informasi tentang sejarah terutama terkait dengan perjalanan ormas yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan.

“Bagaimana tentang perjalanan pergerakan Muhamadiyah tentang amal usahanya yaitu pendidikan, kesehatan dan yang lainnya. Ini para generasi milinial menjadi mengerti dan melanjutkan kebaikan yang ada,” kata Haedar.

Tentang penyempurnaaan bangunan museum ini juga akan dan telah diperoleh  dari internal  Muhammadiyah dan dari eksternal. Harapannya nantinya dapat sempurna betul. 

Benda-benda koleksi yang ada akan diperbanyak, meski kini jumlah sudah ratusan. Cohtohnya di salah satu tempat ada podium-podium pada tahun 1928. Ini juga akan dijadikan benda koleksi. Para PDM juga akan mencari benda-benda kuno terkait dengan dakwah Muhammadiyah.

Pada kesempatan sama Rektor UAD yang juga selaku Ketua Panitia Pembangunan Museum Muhammadiyah, Dr Muchlas Akarnuddin MT, mengungkapkan pihaknya  (Muhammadiyah) komitmen mengembangkan dan merawat dan menginovasi miseum dan benda koleksi yang ada guna membangan beradaban dan menebarkan kebaikan. 

“Gedung museum berlantai 4, luas bangunannya 1.200 meter persegi dan luas lahanya sekitar 2.800 meter persegi,” kata Muchlas.

Pada kesempatan itu, juga nampak hadir Bupati.Bantul Abdul Halim Muslih. Menanggapi.adanya museum ini, pihaknya menyambut positif dan gembira dan seraya dihapkan memberikan manfaat bagi kemajuan masyarakat. (Spd)


share on: