Modus Baru Mencuri Uang Infaq, Ujung Lidi Ditempeli Pulut

share on:
Tersangka pencuri uang infaq saat diminta memperagakan aksinya di hadapan wartawan, Selasa (22/2/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - AHP (48) terbilang cerdik, mencuri uang dari dalam kotak infaq masjid dengan menggunakan potongan lidi yang ujungnya diberi lem (pulut) getah nangka. Tapi sepandai-pandai bersiasat, lelaki asal Mandau RT 02/03 Air Payang Natuna Kepulsuan Riau ini akhirnya berhasil ditangkap saat beraksi yang kesekian kali di Masjid At Taubah Wonokromo Rt 01, Jalan Imogiri Timur, Wonokromo, Bantul.

Penangkapan itu berkat kejelian seorang Takmir dan anggota polisi mencemati gerak-gerik yang mencurigakan, mondar-mandir tak jelas di dalam masjid, Senin (22/2/2021) siang.

“Tersangka menjawab berbelit-belit dan bertingkah aneh saat ditanya identitasnya,” ujar Kapolsek Imogiri, AKP Tukirin, Selasa (23/2/2021).

Karena merasa curiga, terang AKP Tukirin, seorang takmir dan petugas kemudian meminta AHP untuk membuka tas yang dibawanya. Ternyata di dalam tas tersebut berisi uang yang tidak tertata dan 2 botol pulut (getah) burung. 

Penelisikan pun dilanjutkan dengan mengecek kotak amal yang berada di masjid tersebut. Mereka menemukan ada bekas pulut burung masih menempel di kotak amal pada lubang memasukkan uang. Dan ada sobekan uang dan sebagian uang dalam kotak amal masih tertempel dipulut burung. 

“Dari sanalah takmir dan anggota kami melakukan interogasi. Tersangka mengakui perbuatannya dan telah melakukan pencurian di masjid tersebut sebanyak dua kali. Hari itu mendapat uang hasil curian sebesar Rp 485.000, sedangkan dua minggu sebelumnya mendapat Rp 153.000,” jelas Kapolsek.     

Kanit Reskrim Polsek Pleret, Iptu M Andri S, mmengungkapkan kejadian pencurian uang kotak infak sangat sering terjadi di berbagai tempat. Untuk itu ia menghimbau kepada seluruh takmir masjid yang kehilangan uang dari kotak infaq segera datang ke Mapolsek Pleret melakukan klarifikasi sembari membawa rekaman CCTV masjid mereka masing-masing.

Sementara itu tersangka mengaku sudah berkali-kali mencuri uang infaq dengan modus yang sama. Sasarannya adalah masjid-masjid yang berada di pinggir jalan, saat situasi sepi. Biasanya malam.   

“Di malam yang sama sebelum melakukan pencurian di Masjid Attaubah, tersangka telah melakukan pencurian di Masjid Karanganom. Karena tidak mendapatkan hasil maka yang bersangkutan melakukan di masjid At Taubah,” terang Andri. (Spd))

     

 


share on: