Merti Dusun Sumuran Palbapang Gelar Tradisi Ingkung

share on:
Rapat merti dusun Sumuran di Tawang Sastro || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (BANTUL) - Menandai merti dusun Sumuran Palbapang Bantul pada 28 Juli 2023 akan digelar tradisi ingkungan. Sebuah tradisi yang dimaknai sedekah ini akan dimeriahkan dengan kirab budaya dan doa Asyura. Delapan RT yang ada di dusun Sumuran akan mengeluarkan potensinya.

Demikian hasil musyawarah tokoh masyarakat, Ketua RT, PKK dan Bamuskal dusun Sumuran di Pendopo Tawang Sastro, Kamis (6/7/2023) malam. Rapat dipimpin Dukuh Sumuran, Supiyanta dihadiri pemilik Tawang Sastro Titik Widyantari.

Dalam pengantarnya Supiyanta menjelaskan merti dusun Sumuran sebetulnya telah lama digelar. “Biasanya selain kirab bergada Kyai Mojo, kami juga menggelar malam As Syura ditandai dengan doa dan kembul bujana. Yang unik dari merti dusun Sumuran adalah sodakohan ingkung. Kami pernah menerima sodakoh sebanyak 70 ingkung dari warga. Kebetulan untuk tahun ini kami mendapatkan danais sehingga kami harapkan bisa lebih meriah,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Bamuskal Palbapang, Bekti Fauzan, menjelaskan kronologi turunnya danais.

Makam Kyai Mojo di halaman warga Sumuran || YP-Wahjudi Djaja

“Merti dusun ini kami harapkan bisa membuka potensi Sumuran yang bisa kita kembangkan tahun-tahun mendatang. Berhubung waktunya tinggal 20 hari lagi maka kami minta semua Ketua RT bisa mengondisikan warganya,” pintanya.

Sedangkan dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta, Wahjudi Djaja SS MPd selaku fasilitator mengharapkan merti dusun Sumuran ini bisa menjadi generator yang mampu membangkitkan potensi Palbapang.

“Orientasi UUK Nomor 13 Tahun 2012 adalah terbentuknya desa mandiri budaya dengan empat pilar yakni desa wisata, desa budaya, desa prima dan desa preneur. Kegiatan merti dusun ini bisa menjadi embrio desa budaya yang diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga,” jelas Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY ini.

Sedangkan Titik Widyantari selaku tuan rumah menyambut baik upaya menggerakkan potensi dusun Sumuran. "Kami sangat mendukung kegiatan merti dusun ini. Jika Tawang Sastro ini mau dipergunakan sebagai salah satu pusat kegiatan, dengan tangan terbuka kami mempersilakan", ungkapnya.

Terkait Bergada Kyai Mojo yang didirikan pada 21 September 2018, namanya diambil dari nama prajurit Majapahit yang makamnya berada di RT 5. Dari pengamatan yogyapos.com, makam Kyai Mojo berada di dalam pagar rumah milik keluarga Supiyanta.

“Ini satu-satunya makam yang paling tua. Dulu hanya berupa nisan batu bata lalu direnovasi dengan menambah batu marmer pada tahun 2018. Pada malam Jumat biasanya ada orang datang berziarah,” jelasnya.

Potensi lain yang dimiliki Sumuran adalah sumber mata air yang tak pernah kering. Sumber utamanya berada di bawah pohon gayam di tepi desa. Menurut kesaksian Supiyanta, semakin ke selatan airnya semakin besar membentuk sungai selebar 3 m. Dari mata air ini warga Sumuran bisa tetap menanam padi meski sedang musim kemarau. (Iud)

 

 

 

 

 

 


share on: