Merti Dusun Sendangsari Dlingo Dimeriahkan Fragmen Bandung Bondowoso-Roro Jonggrang

share on:
Fragmen Bandung Bondowoso-Roro Jonggrang di acara Merti Dusun Sendangsari Kalurahan Terong Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul, Rabu (11/9/2024) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pentas berbagai kesenian tradisional maupun kreasi, kenduri agung dan sholawat nabi menyemarakkan Merti Dusun Sendangsari Kalurahan Terong Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul, Rabu (11/9/2024).

Diantara kesenian yang dipentaskan dan menjadi tontonan menarik ribuan penonton adalah tari yang mengisahkan Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang. Selain itu kesenian yang sama tentang turunnya Dewi Sri dan tarian kolosal Gugur Gunung.

Joko Purnomo saat memberikan sambutan acara || YP-Supardi

Dalam kisah ini, Jonggrang bersedia dipersunting dengan sarat Bandung mampu membuatkan candi sebanyak 1.000 arca dalam semalam untuk Jonggrang.

Bandung menyanggupinya dan dengan mengerehkan bantuan bala tentara raksasanya. Namun saat sudah berhasil membuat arca sebnayak 999 buah, Jonggrang mengerahkan bala tentaranya agar membunyikan lesung dan ayam berkokok sebagai pertanda bahwa hari sudah pagi. Sehingga Bandung kehabisan waktu untuk membuat 1.000 arca dan alhasil ia hanya mampu membuat arca sejumlah 999 buah.

Dalam kisah ini, akhirnya Bandung marah. Ia menggunakan kesaktianya dan menjadikan Roro Jonggrang sebagai arca yang ke 1.000 dari 999 arca yang telah ada. Ini merupakan legenda Jawa terjadinya Candi Prambanan dan Candi Boko yang ada di Prambaban Sleman DIY.

Sedangkan fragmen dan tarian Dwi Sri menceriterakan dan bermakna bahwa Dewi Sri adalah pembawa dan memberikan rejeki berupa hasil bumi (pertanian) terutama padi.  Ini mempujyai makna dan maksut agar hasil pertanian di Sendangsari melimpah.

Adapun tarian kolosal Gugur Gunung mempunyai makna semangat bekerja dan bergotong royong untuk kemajuan wilayah Sendangsari.

Sebelum dilaksanakan pentas seni ini, masing-masing potensi seni budaya, gunungan dan bregodo serta warga melakukan kirab bersama berkeliling dusun ini. Sesampainya di depan panggung mereka mengikuti seremonial termasuk pentas seni itu.

Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, menyambut positif dan sebagai bentuk apreisiasinya ia mengeluarkan uang saku pribadinya jutaan rupiah untuk mendukung acara ini.

“Saya berterima kasihn dan salut bahwa warga Sedangsari selama ini telah bekerjasama dengan Pemkab Bantul dalam membangun wilayah,” katanya.

“Banyak proposal dari warga Sendangsari yang diajukan ke Pemkab Bantul yang telah terialisasi. Yang belum terealisasi akan segera direalisasikan,” imbuh Joko.

Acara tradisi seperti ini penting. Warga sangat bersemangat mengadakanya secara gotong royong. Sehingga nantinya Dinas Kebudayaan Bantul harus mendukung melalui memfasilitasi dengan mempergunakan anggaran dari danais.

Menurut Dukuh Sendangsari, Suyadi Hardo Utomo, bersih dusun di Sendangsari merupakan acara tradsi yang telah diadakan sejak nenek moyang. Hingga kini masih bertahan dan bahkan dikembangkan. 

“Selain kini juga diadakan kenduri agung,  untuk menyemarakan dan memeriahkan kegiatan ini nanti malam juga diadakan pentas wayang kulit. Dalangnya Ki Rushanto SPd dari Gunungkidul dengan lakon Semar Nagih Janji,” katanya.

Selain  itu juga telah diadakan sholawat bersama atau Sendangsari Bersholawat bersama Habib Sayidi. Acara yang lainnya satu diantaranya senam massal. (Spd)


share on: