Yogyapos.com (BANTUL) - Sekitar 1.000 orang menyaksikan dan memeriahkan prosesi ‘Merti Bumi Mustikaning Warih’ di Girirejo, Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul, Sabtu (22/7/2022).
Prosesi ini diisi dengan kirab budaya bregodo prajurit, gunungan yang terbuat dari hasil bumi dan gunungan terbuat dari keris yang merupakan produk unggulan desa ini. Selain itu juga menampilkan beberapa bregodo prajurit dan warga yang jumlahnya sekitar 500 orang .
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-terpopuler-page-41
Kirab menempuh jarak sekitar 600 meter, dipipmipin oleh para pamong desa dan tokoh masyarakat. Mengambil start dari Lapangan Girirejo, finish di Pendapa Kuliner Bumi Arum Dusun Kedenan. Saat kirab juga ditampilkan bermacam kesenian tradisional. Para penonton nampak antusias menyaksikannya.
Setelah dikirab bersama dengan tombak pusaka Desa Girirejo, gunungan hasil bumi diperebutkan oleh para penonton. Gunungan keris juga demikian pula, namun pesertanya harus mengantongi kupon sebagai persyaratan.
Gunungan keris sebelum kirab || YP-Supardi
Untuk memeriahkan upacara adat kali ini di pendapa itu juga diadakan pentas kesenian tradisional ketoprak Mataram pada Sabtu (22/7), serta malam berikutnya diselenggarakan pergelaran wayang kulit.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-bendera-pusaka-iringi-kirab-palakiyah-kebumen-977
“Saya menyambut positif dan gembira diselenggarakanya merti bumi ini. Diharapkan warga bisa melestarikan dan menumbuh kembangkan tradisi maupun adat Jawa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Budoyo) Bantul, Nugroho Eko S, di sela berlangsung acara itu.
Merti bumi, tandasnya, bisa diadakan setiap tahun meski pada masa pandemi Covid-19 sempat terpaksa terhenti. (Spd)
