Menteri LH Jumhur Hidayat Cemaskan Gejala 'Ghost Fishing'

share on:
Peringatan Hari Laut Internasional, di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Sabtu (23/5/2026) pagi

Yogyapos.com (JAKARTA) - Meskipun menyimpan kekayaan ekosistem yang sangat penting bagi kehidupan dunia, laut Indonesia saat ini menghadapi tekanan yang sangat berat.

BACA JUGA: Kenapa Dibentuk DSI, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya

Saat menghadiri peringatan Hari Laut Internasional, di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Sabtu (23/5) pagi, Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengemukakan, sampah plastik terus meningkat, pencemaran pesisir semakin meluas, dan abrasi yang mengancam pulau-pulau kecil.

BACA JUGA: 28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

Selain itu ada ancaman lain yang sering tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat merusak bagi laut kita, yaitu sampah atau bekas alat tangkap perikanan yang hilang, tertinggal, atau dibuang ke laut. "Fenomena ini dikenal sebagai ghost fishing atau jaring hantu," ungkap Jujur.

BACA JUGA: Lingling Perantau Asal Malang Jadi Sorotan, Siap Tampil Perdana di Sinetron Nasional

Ia menegaskan, jaring, tali, perangkap, dan berbagai alat tangkap yang tenggelam ke dasar laut dapat terus “menjebak” ikan, penyu, mamalia laut, bahkan merusak terumbu karang selama bertahun-tahun.

BACA JUGA: Wakanda Gelar Doa Bersama dan Baksos Memperingati Harkitnas

Menteri LH itu menilai laut kita seolah terus menangkap dan merusak dirinya sendiri, bahkan tanpa aktivitas penangkapan. Yang lebih mengkhawatirkan, jelas Jumhur, sebagian besar sampah ini tidak terlihat dari permukaan. Sampah tersebut berada di dasar laut, menumpuk secara perlahan, merusak ekosistem secara diam-diam, dan sering kali luput dari perhatian publik. 

BACA JUGA: Bermula Hubungan Asmara Kini Saling Berperkara, RJ Masih Wacana

"Karena itu, menjaga laut bukan hanya tentang melindungi lingkungan dan biodiversitas, tetapi juga tentang menjaga kesehatan, ketahanan pangan, dan masa depan generasi kita," tegas Jumhur.

BACA JUGA: Danrem 072/Pamungkas Hadiri Kunker Panja Ruang Digital Komisi I DPR RI

Tidak Bisa Pemerintah Sendiri

Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan, pihaknya terus memperkuat langkah pengendalian sampah laut dan pemulihan ekosistem pesisir melalui penguatan kebijakan, pengawasan pencemaran, pemulihan ekosistem, penguatan sistem pemantauan sampah laut, termasuk sampah bekas alat tangkap perikanan, serta pelibatan aktif masyarakat dan pemerintah daerah. 

BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Harus Jadi Motor Penggerak K3

Tetapi, Jumhur mengingatkan, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Ia menegaskan, masalah sampah laut tidak selesai hanya dengan membersihkan pantai sesekali. 

BACA JUGA: 34 Perguruan Tinggi Jalin Kerjasama Program Beasiswa Sleman Pintar

"Penyelesaian harus dimulai dari daratan: mengurangi plastik sekali pakai, memperbaiki tata kelola sampah, memperkuat ekonomi sirkular, meningkatkan pengelolaan alat tangkap ikan melalui program 3R, membangun perubahan perilaku masyarakat dan melaksanakan Gerakan Pilah Sampah  melalui pembentukan kader Gerakan Pilah Sampah," ucap Jumhur merinci. (Tha)


share on: