Masykur Hanafi, Perajin Celengan Edukasi Anak Gemar Menabung

share on:

MEMPRODUKSI barang untuk tujuan bisnis semata, barangkali merupakan sesuatu yang lumrah. Namun lain halnya dilakukan oleh M Masykur Hanafi (35). Warga Jedegan Rt 6 Pasutan Trirenggo Bantul memproduksi barang berupa celengan untuk bisnis sekaligus mengedukasi anak-anak agar gemar menabung dan kreatif di bidang seni kriya.

“Saya membuat celengan ini sekaligus untuk mengedukasi anak-anak agar  gemar menabung dan berkreasi di bidang seni,” tutur Hanafi, Senin (3/10/2022).

Ia mengaku mendapatkan inspirsi untuk berkarya sejak lama. Ilmu didapat dari teman. Tapi mulai memproduksi celengan bewujud berbagai macam boneka sejak tahun 2019. Meski usahanya sempat lesu di saat  pandemi, namun hingga kini tetap eksis dan lumayan hasilnya.

Dulu ia bekerja sendiri. Kini mempekerjakan sejumlah pekerja dan dibantu tiga hingga empat perajin.Rata- rata sanggup memproduksi boneka yang terbuat dari bahan baku gypsum sebanyak 400 hingga 900 buah per minggu. 

Baginya memproduksi celengan bukan hal yang sulit. Bahan baku berupa lembutan gyfsum dibuat adonan dengan air. Kemudian dicetak dengan menggunakan alat pencetak yang dibuat dari silikon. Setelah itu dilepas dari alat cetak, proses selanjutnya finishing termasuk dihaluskan dan pewarnaan yang sesuai dengan selera anak-anak. Celengan ini bisa dibuka di bagian bawah sehingga menagambil uang didalamnya cukup dengan cara dibuka bagian bawahnya (tidak dipecah).

“Kami bekerja selain memang untuk mendapatkan penghasilan, juga untuk mendukung edukasi anak-anak agar gemar menabung sekaligus terampil berkarya di bidang kriya serta memberikan permainan boneka bagi mereka,” ungkapnya.

Celengan-celengan itu dibandrol antara Rp. 200.000 hingga Rp 25.000 per unit. Pemasarannya secara langsung di sejumlah tempat, termasuk event-event pameran/expo dan online.

Selain sehari-hari memperoduksi di artshopnya, ia juga sering memberikan pelayanan untuk sekolah-sekolah secara paket. Sebab banyak juga sekolah yang menerapkan pelajaran kepada muridnya membuat atau mewarnai celengan.

“Melalui pekerjaan ini, yang semula ilmunya diperoleh dari seorang teman, diharapan  anak-anak bisa gemar menabung, punya keterampilan dan saya juga bisa bekerja mendapatkan keuntungan,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulitiyono, ketika diminta tanggapannya tentang hal itu, mengatakan, pihaknya menyambut positif adanya usaha itu.  (Spd)

 

 

 


share on: