Yogyapos.com (YOGYA) - Gelar Prawiro Coffee Festival #4, Rabu (16/8/23) berlangsung meriah. Ribuan pecinta mulai jam 09.00 - 22.00 WIB kopi dan warga masyarakat Kota Yogyakarta menikmati berbagai hiburan, kuliner, sekaligus menikmati momentum malam tirakatan 17 Agustusan.
Mereka juga ada yang menikmati kopi gratis yang disediakan gerai kopi dari Komunitas Kopi Nusantara. Festival kopi di sepanjang Jalan Gerilya Prawirotaman II Mergangsan yang diselenggarakan Komunitas Kopi Nusantara ini mengusung tema ‘Guyub Rukun Nusantara’ yang merupakan pedoman bagi Komunitas Kopi Nusantara.
Barista Sellie Coffee || YP-Yuliantoro
Prawiro Coffee Festival 2023 ini melibatkan pelaku UMKM, penggiat kopi dari berbagai kota dan menghadirkan program program menarik seperti performance, barista experience publik cupping hingga free cup coffee bagi pengunjung yang membawa cangkir sendiri.
“Bawa cangkir sendiri bertujuan untuk menjaga kebersihan dan mengurangi produksi sampah,” kata Ketua Panitia Prawiro Coffee Festival 2023 Anggi Dita.
Penggiat Komunitas Kopi Nusantara, Andri, mengatakan Prawiro Coffee Festival ini bertujuan untuk mempopulerkan kopi di berbagai kalangan dengan harapan terus menghidupkan ‘kopi’ itu sendiri. Kegiatan tersebut juga menjadi satu media silahturahmi maupun berbagi pikiran untuk para penggiat dari berbagai latar belakang.
“Selain itu, dengan adanya aktivitas dari para penggiat kopi ini diharapkan dapat membantu persoalan atau isu yang sedang terjadi di hulu atau petani kopi,” jelas Andri
MC Festival Prawiro Coffee || YP-Yuliantorto
Ketua Panitia Prawiro Coffee Festival 2023 Anggi Dita mengatakan Prawiro Coffee Festival merupakan kegiatan rutin tahunan dari Komunitas Kopi Nusantara. Event Prawiro Coffee Festival berkolaborasi dengan lintas komunitas dan masyarakat, seperti peserta penggiat Kopi dari berbagai daerah, UMKM setempat dan seniman asal Yogyakarta. Pemberian kopi gratis kepada masyarakat khusus yang membawa cangkir sendiri sebagai komitmen pelayanan kepada warga masyarakat.
“Event ini sudah beberapa kali dan diakui secara nasional, bahkan Internasional,” ucapnya. (Yuliantoro)
