Yogyapos.com (YOGYA) - Rakor Penyusunan Penelaahan Revisi Program dan Anggaran Akademi Seni Budaya Yogyakarta 2021, di The Manohara Hotel Yogyakarta, sejak 5 November 2021 berakhir Minggu (7/11).
Hadir saat pembukaan antara lain Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY, Drs Didik Wardaya MPd didampingi Dr Dra Sarjlah MPd (Kepala BBPPMPV Seni Budaya) Dr Supadmo MHum (Direktur AKN Seni dan Budaya) dan Masrukhan Budiyanto SS MM.
Kendati kegiatan fokusnya membahas program Akademi Komunitas Negeri (AKN) Seni dan Budaya Yogyakarta, namun BBPPMP V Seni dan Budaya sebagai unit pendamping berperan besar. Kedua Satker di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi tersebut kini sedang menjalin hubungan. Maka tampak dalam kegiatan ini mulai dari panitia dan peserta yang dilibatkan dari kedua satker tersebut. Tentu peserta juga melibatkan lembaga dan dinas terkait lain seperti Disdikpora dan Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) DIY.
Kadispora DIY saat sambutan pembukaan mengatakan, perjalanan AKN yang semula masih bernama Akademi Komunitas ini sangat panjang. Berliku dan berkelok jalan yang ditempuhuntuk menjadikan Akademi Komuntas ini menjadi Negeri. Kini untuk menegerikan Akademi Komunitas yang berada di Kabupaten Bantul persisnya di Jalan Parangtritis utara kampus ISI Yogyakarta telah berhasil. Sesuai dengan Permendikbud No. 32 Tahun 2020 AKN SB Yogyakarta telah menjadi satuan kerja mandiri.
“Harapannya semoga terus terjalin peran kedua belah pihak ini. Antara pemerintah pusat dan daerah yang masing-masing memiliki andil yang sama besarnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala BBPPMPV Seni dan Budaya berharap ada ‘mestakung’ untuk AKN Seni Budaya. Maksud mestakung adalah semesta mendukung. Sehingga semua stakeholders baik Dirjen Diksi sebagai unit utama, BBPPMPV Seni Budaya sebagai unit pendamping serta pemerintah daerah DIY selalu seiring sejalan. “Eksistensi AKN SB Yogyakarta yang memang memiliki karakteristik berbeda ini harus ditaati atau diugemi dijaga. Maka ketika di dalamnya terdapat unsur ISI Yogyakarta, Dikpora, BalaiBesar, dosen dan instruktur ini sebagai warna yang akan menambah dinamika. Akan menjadi sebuah akademi yang didambakan oleh masyarakat sebagai tujuan menimba ilmu seni dan budaya,” demikian Sarjilah.
Kagiatan rakor menghadirkan para begawan seni budaya seperti Prof Dr Y Sumandiyo Hadi SST SU, Prof Dr I Wayan Dana SU, Dr Bambang Pudjaswara, Akhir Lusono SSn. Ini membincang dua hal yang cukup krusial. Diskusi dibagi menjadi dua kelompok. Yakni satu kelompok membincang statuta dan membincang kegiatan festival/kompetisi/lomba Senidan Budaya yang akan diselenggarakan.
Selaras dengan visi AKN SB Yogyakarta sebagai pusat pengembangan seni yang ungul, handal dan bermartabat dengan berbasis budaya lokal dan berwawasan global. Sejiwa juga dengan misi AKN SB Yogyakarta yakni untuk melaksanakan pendidikan seni dan budaya, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas dalam rangka melestarikan, mengembangkan dan membina potensi puncak-puncak seni budaya local agar dapat mengoptimalkan tenaga terampil yang berwawasan global, menyiapkan lulusan yang terampil, bermoral tangguh, unggul dan memiliki jiwa berwirausaha. Maka kegiatan rakor kali ini sangatlah strategis.
Kegiatan dengan pendampingan full oleh BBPPMPV Seni dan Budayaini untuk mengantarkan AKN SB Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi diploma satu (D1) yang nantinya siap leading dan menjadi satuan kerja mandiri yang kokoh, kuat, tatag dan tanggon. Apalagi AKN SB Yogyakarta kini juga mulai berbanah dengan hadirnya tenaga PNS baikdari BBPPMPV Seni Budaya maupun dari Dirjen Diksi, pun pula ada rekruitmen PNS untuk mengisi pos-pos yang ada. Maka tidak mengherankan jika narasumber yang dihadirkan terdiri dari narasumber dari BBPPMPV Seni Budaya, Dian Lakshmi Pratiwi Kepala dinas Kebudayaan DIY, dimaksudkan untuk memper oleh masukan-masukan yang komprehensif.
Setelah kegiatan rakor kali ini, juga masih akan dilanjutkan dengan kegiatan lain sebagai tindak lanjut dari rakor kali ini. Diakhir tahun 2021 ini masih ada agenda yang akan dilakukan oleh tim pendampingan. (*)
