Maju ke Tingkat DIY, SMA Kolese de Britto Juara LCCS Disbud Sleman 2024

share on:
Delegasi SMA Kolese de Britto || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sejarah mempunyai makna yang sangat positif bagi generasi muda. Dengan sejarah kita bisa mengenang dan membuat landasan ke depan. Oleh karena itu Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman berupaya untuk tidak melupakan apa yang sudah baik di Sleman maupun Indonesia. 

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Arif Marwoto SH MAP saat membuka Final Lomba Cerdas Cermat Sejarah 2024. Babak final dilaksanakan di Youth Centre Mlati Sleman.

Selain LCCS, sambungnya, Dinas Kebudayaan Slemab juga menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM). “Tujuannya antara lain agar generasi penerus lebih tahu terkait museum, dan paham bagaimana mengaktualisasikan hal yang pernah ada. Edukasi bagi anak didik SD-SMA melalui program Wajib Kunjung Museum untuk membantu anak didik dalam mengenal apa yang ada di Sleman,” ungkapnya. 

Babak Final LCCS 2024 diikuti oleh tiga regu yakni SMA Kolese de Britto, SMK N 2 Depok dan SMA N I Minggir. Bertindak sebagai Dewan Juri Wahjudi Djaja SS MPd (STIE Pariwisata API Yogyakarta), Dyah Ayu Anggraeni Ikaningtyas SS MA (UNY) dan Indra Fibiona SS MAP (Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X). Pembaca naskah soal Rahmad Sugiarto MPd GR (SMA Al Azhar 9) dan Purwaningsih SPd (SMP Budi Utama).

Melalui pertarungan yang sengit dan saling susul nilai, keluar sebagai Juara I SMA Kolese de Britto (4650), Juara II SMA Negeri I Minggir (3750) dan SMK Negeri 2 Depok (3650). Masing-masing berhak piala dan uang pembinaan. Juara I mewakili Kabupaten Sleman dalam lomba serupa di tingkat DIY. Delegasi SMA Kolese de Britto terdiri atas Nicholas Aristo Raka Nugroho (XII-Bahasa & Budaya), Daniel Edhi Wicaksono (XI-9) dan Ignatius Duta Wisnu Wicaksana (XII-IPS 2).

Kepada yogyapos.com, Kepada Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra dan Permuseuman, Anas Mubakkir SS, menyampaikan kegiatan LCCS untuk memasyarakatkan sejarah dan menggali sejarah di Indonesia terutama keistimewaan Yogyakarta.

“Kenapa Yogyakarta bisa istimewa? Inilah yang perlu terus digali dan dimasyarakatkan. Karena banyak yang belum terungkap. Sleman juga masih banyak sejarah yang belumdigali. Misalnya Selokan Mataram, Gua Jepang, pabrik gula dll yang bisa dinanfaatkan untuk menambah khazanah dan keistimewaan Yogyakarta. Kami berharap, proses LCCS ini bisa memilih yang terbaik dari Sleman untuk maju di level DIY,” tandasnya. 

Dimintai pendapatnya, Wahjudi Djaja selaku dewan juri menyampaikan, upaya pengenalan sejarah terkait Sleman harus terus digalakkan melalui beragam media dan kegiatan.

“Dengan melihat pelaksanaan LCCS tahun ini, ada optimisme dari generasi muda tentang pemahaman sejarah Sleman. Kita dorong agar sejarah tak hanya soal masa lalu tetapi juga inspirasi bagi gerak bangsa ke depan,” kata Ketua Umum Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (KASAGAMA) ini.

Hadir dalam Final LCCS Dinas Kebudayaan Sleman antara lain Kepala Seksi Sejarah dan Permuseuman Mei Hartini SS, perwakilan Balai Pemuda dan Olahraga serta jajaran Dinas Kebudayaan Sleman. (Iud)

 

 


share on: