Yogyapos.om (SLEMAN) - Rabiul Awal atau sering disebut Mulud adalah bulan istimewa bagi umat Islam. Pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah lahir nabi utama dan terakhir (khataman nabiyyin/akhirul anbiya) Muhammad SAW. Untuk meneladani dan menggerakkan kembali perjuangan kekasih Allah itu, Guyup Rukun Pemuda Pemudi Plosokuning Minomartani Sleman menggelar Lomba Kirab Maulid.
Demikian disampaikan Habib Abdullah bin Fuad Basyaiban selaku Ketua Panitia Lomba Kirab Maulid dalam rapat di Mushola Nurul Hidayah Plosokuning, Jumat (21/7/2023) malam.
“Mayoritas kepanitiaan ini dipegang oleh 300an pemuda pemudi Plosokuning dari lima kring. Ini merupakan berkah tersendiri mengingat kesadaran untuk menggairahkan syiar Islam telah lahir di kalangan generasi muda. Mereka bersatu dalam wadah Panglima Shakera (Pangestune Alim Ulama Shalawat Kerep Rejeki Ajek),” tandasnya.
Lebih lanjut disampaikan, pengajian mujahadah yang mulai digerakkan tahun 2017 tidak saja mendapat dukungan generasi tua tetapi juga mampu menggerakkan kesadaran warga Plosokuning. “Dulu pada periode awal mujahadah hanya dihadiri 10 orang. Kini setiap selapan kami gelar tidak kurang dari 5.000 jamaah hadir dalam mujahadah. Tiap keluarga bahkan menyumbang 10 snak konsumsi,” imbuhnya.
Terkait rencana peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, selain digelar Lomba Kirab Maulid, juga akan dikirab dan dipamerkan Atsar (benda peninggalan Rasulullah) yang khusus didatangkan dari Madinah.
Salah satu Atsar Rasulullah yang akan dikirab || YP-Wahjudi Djaja
“Atsar Muhammad SAW antara lain berupa air minum Rasulullah, gandum yang dimakan Rasulullah, rambut Rasulullah, darah bekam Rasulullah, air keringat Rasulullah, air liur Rasulullah, dan air wudlu Rasulullah. Setelah dikirab akan dipamerkan di Masjid Pathok Negara Plosokuning,” jelasnya.
Sedangkan Wahjudi Djaja dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) selaku fasilitator menyampaikan, apa yang diinisiasi para pemuda Plosokuning ini sangat strategis sehingga perlu didukung. Lomba Kirab Maulid ini bisa memperkuat ruh dan narasi sejarah baik yang menyangkut syiar Islam di kawasan Sleman terkait keberadaan Masjid Pathok Negara Plosokuning. Baik jika ini digelar setiap tahun agar menjadi agenda rutin rintisan kalurahan budaya.
“Apalagi di Plosokuning juga terdapat beragam jejak sejarah seperti makam kuna, kesenian dan makanan khas. Ini akan menarik kehadiran peziarah dan wisatawan sehingga pelan-pelan mampu menggerakkan perekonomian rakyat,” paparnya.
Pendaftaran Lomba Kirab Maulid sendiri akan ditutup 31 Agustus 2023. Selain memperebutkan piala dan sertifikat, kambing serta hadiah utamanya adalah seekor sapi jantan. Peserta lomba yang akan digelar Jumat malam tanggal 22 September 2023 dibatasi 20 kelompok boleh mewakili dusun atau kampung, komunitas dan masjid. Rute lomba diawali dari Jalan Plosokuning 5 dan finish di Jalan Plosokuning 1. (Iud)
