Libatkan Pelaku Wisata, Meriah! Stand Dinpar Sleman di PPD 2023

share on:
Antusiame pengunjung workshop Deswita Gabugan di stand Dispar Sleman || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengikuti Pameran Potensi Daerah (PPD) yang digelar Pemkab Sleman 7-16 Juli 2023 di kompleks Lapangan Denggung. Dari pameran ini diharapkan bisa mempromosikan semua stakeholder. Murakabi dumateng sedoyo pelaku wisata termasuk untuk masyarakat Sleman dan sekitarnya.

Demikian perbincangan yogyapos.com dengan Agus Budi Nugraha SE MSi (Bidang Pemasaran Pariwisata Dinpar Sleman) di sela-sela PPD, Minggu (9/7/2023) malam. Dinpar Sleman membuka dua stand untuk mengakomodasi promosi para pelaku wisata di lingkungan Kabupaten Sleman.

“Saka Pariwisata dan Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS) juga kita siapkan stand untuk mereka berkreatifitas dan menunjukkan identitas  mereka kepada masyarakat dan anak-anak sekolah. Kita juga melibatkan Forkom desa wisata, pelaku wisata seperti Suraloka, Exotarium minizoo, Jejamuran, restoran, hotel BPPS, dan lain-lain. Prinsipnya, kita nyawiji,” tandasnya.

Untuk Suraloka, Kampung Satwa dan Exotarium minizoo, lanjutnya, difasilitasi tempatnya di depan Polpar karena kalau demo satwa di stand Dispar bisa mbludag seperti tahun-tahun lalu sehingga jalan di area pameran bisa macet.

Sementara itu, Jatmiko dari desa wisata Gabugan yang terjadwal mengisi acara, menggelar workshop pembuatan gantungan kunci transfer dari foto. “Kita mempunyai tidak kurang dari 50 homestay yang siap menerima kunjungan wisatawan. Mereka biasanya menikmati paket wisata suasana pedesaan yang kami tawarkan. Kebanyakan wisatawan yang datang ke Deswita Gabugan datang dari Jakarta dan beberapa kota besar lainnya,” ungkapnya.

Pengunjung pameran mengisi kuis di stand Dispar Sleman || YP-Wahjudi Djaja

Dinas Pariwisata Sleman setiap hari selama PPD 2023 memberi ruang bagi pengelola desa wisata untuk berpromosi dan menampilkan keunggulannya. Untuk jasa konsultasi pariwisata  juga dibuka setiap malam mulai 19.30-21.00 WIB dengan narasumber Wahjudi Djaja SS MPd (dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta). Pengunjung bisa konsultasi dan bertanya seputar desa wisata, usaha wisata sampai membuat branding wisata agar destinasi yang dibangun lebih berkarakter.

Salah seorang pengunjung yang konsultasi semalam kepada yogyapos.com, Hapsoro Ari Widyatama, menyambut baik upaya Dispar Sleman untuk proaktif memfasilitasi masyarakat yang ingin membuat destinasi wisata.

“Stand dan kegiatan yang ditampilkan sangat bagus dan edukatif. Ini bisa digunakan masyarakat untuk belajar apalagi desa wisata asal usulnya dari Sleman. Harapan kami, masyarakat mampu memberdayakan potensinya untuk membangun destinasi yang khas agar bisa mengangkat perekonomian warga,” jawab alumni Arkeologi UGM ini.

Stand Dispar Sleman menempati area PPD di Blok D 43 dan 44. Kegiatan yang full door prize ini juga digelar antara lain demo memasak (Jejamuran), belajar membatik, atraksi pegang hewan, lomba fotografi ponsel, membuat sabun, dan belajar membuat olahan tradisional. Selama pameran juga dibuka pendaftaran Tour de Merapi 2023. (Iud)

 

 

 

 


share on: