Yogyapos.com (SLEMAN) - Angka penularan Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang ternak sapi di Kabupaten Sleman angka penularannya relatif menurun.
“Sebelumnya sehari bisa 20-50 kasus saat ini di angka 5-10 kasus per hari,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, disela menghadiri Senam Massal di Pakem, Minggu (7/5/2023).
Menurut dia, LDS atau yang familiar disebut dengan lato-lato ini menyerang sebanyak 2.373 ekor sapi, rinciannya sejumlah 428 ekor berhasil sembuh, 36 dipotong paksa dan 39 ekor mengalami kematian.
“Angka penularan hampir merata di seluruh Kapanewon di wilayah Sleman. Data yang kami dapatkan sebanyak 271 kasus wilayah Prambanan sedang di lokasi lain berkisar di angka sekitar 100 kasus,” ungkap Suparmono.
Oleh karena itu guna menekan penyebaran agar tidak meluas, pihaknya terus menggencarkan gerakan kebersihan kandang kepada seluruh peternak, hal ini bertujuan untuk menghambat laju media atau vektor yang diketahui berasal dari hewan lalat, caplak dan nyamuk.
“Kalau vektornya dapat kita cegah, Insya Allah penularan lato-lato akan menurun,” katanya.
Suparmono juga mengimbau untuk selalu memberikan informasi dan berkonsultasi serta segera melaporkan Petugas Puskeswan sehingga gejalanya dapat terdeteksi secara dini. Termasuk melalui metode pemberian pakan dengan nutrisi yang optimal guna memberikan daya tahan dan kesehatan hewan ternak.
“Biasanya gejala pada ternak dengan ditandai bintik-bintik bentol disekitar badan, kemudian terjadi penurunan nafsu makan. Melalui pengobatan biasanya hewan bisa sembuh dalam waktu 2 sampai 3 bulan dan kemungkinan sembuh hampir 90 persen,” pungkasnya. (Opo)
