KWT Pisangan Sleman Piawai Ubah Pisang Jadi Ragam Olahan

share on:
Stand roti dan sejenisnya || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kelompok Wanita Tani (KWT) Kedung Aren Dusun Pisangan, Tridadi, Sleman menjadi pilar utama keberadaan rintisan Desa Wisata Kedung Aren (Dewi Keren). Berkat keterampilan ibu-ibu yang kreatif itu, pisang bisa diubah menjadi beragam jenis olahan yang unik dan khas sehingga tidak saja memberi karakter Dewi Keren tetapi juga mampu meningkatkan penghasilan warga.

Demikian catatan yogyapos.com terkait pelaksanaan bazar di area bendungan Kedung Aren Dusun Pisangan Kalurahan Tridadi Sleman, Minggu (31/7/2022). Bazar dimeriahkan dengan pameran beragam produk olahan pisang dari KWT Pisangan yang terdiri atas 25 ibu-ibu warga Dusun Pisangan. Hadir anggota DPRD Sleman Sri Hartati, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Sleman Noor Brahmantyo SE MM, Muhari dari Dinpar Sleman, serta dari Disperindag Sleman, Disperta Sleman/PPL dan Jajang Sukendar selaku pendamping wisata Dinpar Sleman.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-keren-kwt-srikandi-berhasil-ciptakan-pangan-sehat-3653

Dalam pandangan Lurah Tridadi Sri Hartati, bazaar aneka olahan pisang di lokasi rintisan wisata Kedung Aren (Dewi Keren), sangat bermanfaat untuk lebih mendekatkan Dewi Keren dengan masyarakat sekaligus mengakrabkan produk aneka olahan pisang dengan lidah masyarakat Tridadi dan sekitarnya.

“Ide untuk konservasi lingkungan dengan melepas ikan ke sungai juga akan menambah daya tarik tersendiri untuk menghidupkan desa wisata Kedung Aren. Harapannya ke depan, bisa rutin diadakan agenda tiap Minggu dengan acara yang berbeda,” tandasnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kwt-kenanga-balecatur-raih-juara-1-lomba-tanam-cabai-8124

Terkait dengan sarpras, Hartati bertekad segera melengkapi,  terutama air bersih dan toilet di area outbond di seberang sungai. “Visi kami menjadikan Tridadi Bersinar Terang dengan pemberdayaan tiap padukuhan sesuai potensinya. Tahun 2023 di kawasan ini akan ditanami aneka jenis tanaman pisang (dari dana desa untuk ketahanan pangan),  diusahakan sudah ada gazebo-gazebo dan joglo induk yang diusahakan dari dana desa, BKK ataupun Danais,” jelasnya.

Pameran olahan pisang KWT Pisangan, Triadi, Sleman || YP-Wahjudi Djaja

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-peringati-hari-pangan-sedunia-pemkab-sleman-libatkan-puluhan-kwt-8569

Dengan begitu, imbuh Hartati, insyaallah Padukuhan Pisangan akan menjadi padukuhan yang mandiri. “Tidak hanya mengharap uang pembangunan dari pemerintah, tetapi malah bisa menyumbang pemerintah Tridadi, khususnya berupa penyediaan lapangan tenaga kerja (pemuda dan kaum wanita), melestarikan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Menjawab pertanyaan yogyapos.com, salah seorang pengurus Dewi Keren, Aris menjelaskan kegiatan Minggu pagi diawali dengan outbond 150 anak Pisangan dengan napak tilas ke Gunung Kekep, Cikal, Kendil sejauh 2 km.

“Tujuannya untuk mengakrabkan generasi penerus dengan alam dan agar mereka lebih mencintai desanya,” tanasnya.

Kepala Dukuh Pisangan Yamtana menjelaskan perihal berdirinya KWT Pisangan. "KWT Kedung Aren beranggota 25 ibu-ibu, berdiri enam bulan yang lalu. Kami diminta Dirjen Holtikultura Kementan untuk presentasi di Teras Merapi pada bulan Juni 2022. Dirjen terpukau dengan hasil olahan pisang kami. Segera disuruh membuat proposal, dan di-ACC hingga dikasih 344.700.000 untuk rumah produksi termasuk alat prapanen dan pascapanen. Alat baru saja dikirim dari Jakarta berupa Tossa,” jelasnya.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-kwt-srikandi-gelar-upacara-hut-ri-di-demplot-7871

Menjawab pertanyaan yogyapos.com tentang olahan pisang yang dihasilkan KWT Pisangan, Yamtana menyebut abon bonggol pisang, gudeg bonggol pisang, taro debok, jus debok, dawet daun pisang, stik kulit pisang, stik bunga pisang, sate pisang, ceriping pisang, tape pisang, tongseng jantung pisang, mangut jantung pisang, lodeh bunga pisang, gulai kembang pisang, megono kembang pisang, kerupuk kulit pisang, kerupuk bonggol pisang,” jelasnya.(Wahjudi Djaja)

 


share on: