Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo membuka Traditional Healing and Relaxing Toursm Festival, di Joglo Tanjung, Desa Wisata Pandowoharjo Kapanewon Sleman, Sabtu (28/5/2023).
Kustini juga mencanangkan Desa Wisata Tanjung tersebut sebagai Traditional Healing and Relaxing Tourism. Mendukung penuh serta mengapresiasi pencanangan Desa Wisata Tanjung sebagai Traditional Healing and Relaxing Toursm guna meningkatkan geliat di Desa Wisata Tanjung tersebut.
“Pemkab Sleman akan selalu membantu dan mendorong, agar nanti terjalin kerjasama yang baik,” ujarnya.
Dikatakan, kearifan lokal seperti pijat tradisional dan produksi jamu yang ada di Desa Wisata Tanjung perlu dipromosikan sebagai wisata kesehatan. Munculnya kearifan lokal juga perlu diangkat agar wisatawan tertarik mengunjungi Desa Wisata Tanjung.
“Dengan begitu diharapkan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan nasyarakat sini,” harapnya.
Sementara itu, Ketua panitia kegiatan Saptono Budi Samudra menerangkan, Joglo Tanjung merupakan cagar budaya yang telah berusia lebih dari 200 tahun. Joglo tersebut awalnya kantor Kepala Desa Tanjung yang kemudian saat era perang kemerdekaan Indonesia dialih fungsikan sebagai rumah sakit para pejuang kemerdekaan.
“Atas dasar historis ini kemudian kami lakukan penelitian. Dan keberadaan rumah sakit ini mungkin karena masyarakat disini punya potensi dibidang kesehatan diantaranya pijat tradisional dan kemampuan pembuat jamu,” ungkapnya.
Berdasarkan hal tersebut pihaknya bermaksud mengangkat wisata kesehatan dibidang pijat tradisional desa wisata selain wisata budaya serta pendidikan yang sudah menjadi ciri khasnya sejak desa wisata ini didirikan pada tahun 2001.
Traditional Healing and Relaxing Tourism Festival di Desa Wisata Tanjung ini diadakan selama tiga hari, mulai 26 sampai 28 Mei 2023. Dimeriahkan dengan berbagai kegiatan diantaranya kebyar UMKM, kesenian tradidional dan senam massal. (Agn)
