Kopi Macan, Tempat Nongkrongnya Seniman dan Pecinta Kopi

share on:

Yogyapos.com (BANTUL) - Pada ruangan yang didominasi interior berbahan kayu, beberapa orang tampak berbincang sembari menikmati secangkir kopi dan beberapa kudapan. Di depan dekat pintu masuk, barista sibuk menyeduh kopi pesanan para tamu di belakang meja bar. 

Di sudut ruangan live musik menyuguhkan lagu–lagu nostalgia dimainkan para seniman membuat suasana gembira. Sementara di sebuah ruangan yang berfungsi sebagai gallery beberapa orang tampak  menikmati lukisan-lukisan yang tengah dipajang. Beberapa patung karya sang owner, pematung Yusman, juga mengisi beberapa  sudut kedai kopi itu. Semua itu bisa dinikmati di Kopi Macan & Art Gallery.  

Imam Wisnu birowo (Pengelola kopi macan) || YP-Yuliantoro

Kopi Macan & Art Gallery berada di Jalan Bugisan Selatan No. 9B RT 01 RW 08 Tegal, Senggotan, Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul Yogyakarta merupakan sebuah tempat nongkrong minum para seniman budayawan tokoh masyarakat Yogyakarta. Tak pernah sepi dari kegiatan. Para seniman silih berganti menggunakan gallery tersebut untuk berpameran.

“Jadwal pameran sudah padat,” papar pengelola Kopi Macan, Imam Wisnu Birowo.

Mengabungkan coffe shop dan Galery. Galery utk teman teman seniman Jogja. Rencana ke depan untuk wisata minat khusus yaitu workshop pembuatan patung yang dihandle langsung oleh owner Kopi Macan yang sekaligus pematung senior, Yusman. 

Jika selama ini kedai kopi identik dengan gaya modern minimalis dengan mesin kopi yang cukup mahal, Wisnu mencoba menghadirkan konsep lama dengan kedai kopi yang dikelolanya ini. 

“Saya ingin menghadirkan kedai kopi dengan konsep kopi tubruk. Yang kami sajikan adalah kopi dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujar seniman desain interior ini.

Etalase Kopi Macan || YP-Yuliantoro

Kopi favorit pengunjung adalah kopi yang berasal dari Gayo, Toraja, Papua, dan Flores, serta  kopi dari lereng Merapi dan Bukit Menoreh.

“Kami juga menjadikan kafe ini sebagai art space untuk siapa saja yang ingin menampilkan karyanya, tidak hanya sebatas seni lukis, tetapi juga seni tari maupun musik,” ujar Wisnu. Kopi Macan uga menyediakan sudut untuk penampilan live musik.

Galeri Kopi Macan Fasilitasi Pameran Gratis untuk Menggiatkan Kehidupan Berkesenian di Yogyakarta

Live musik di Kopi Macan || YP-Yuliantoro

Galeri ini sengaja dibuat untuk didedikasikan bagi para seniman lintas sektor yang akan mengadakan kegiatan namun terkendala tempat pelaksanaan. Galeri Kopi Macan,  memberikan fasilitas ruang pamer serta kelengkapannya untuk dimanfaatkan oleh para seniman di Yogyakarta dengan biaya yang sangat murah bahkan cenderung gratis, sebatas biaya penggunaan listrik saja.

Hal ini dilakukan semata karena ingin menggiatkan kehidupan berkesenian di kota Yogyakarta. Kepedulian Yusman dalam menyediakan ruang bagi kiprah berkesenian semata ingin membantu teman-teman dan generasi muda sebagai penerus gairah berkesenian di kota budaya ini.

Tempat nyaman bagi para seniman mendiskusikan tentang banyak hal || YP-Yuliantoro

Menurut dia, Yogyakarta memiliki potensi besar bahkan jumlah seniman berbagai bidang yang lumayan bejibun. Tentunya hal ini membutuhkan ruang bagi mereka menggelar karya serta berekspresi secara wajar. Keberadaan Galeri Kopi Macan diharapkan dapat menjembatani hubungan para seniman secara umum kepada masyarakat.

“Saya kira regenerasi dalam berkesenian di kalangan pemula perlu ruang untuk unjuk gigi karya. Karena pengamatan saya banyak seniman muda butuh ruang untuk itu. Namun terkendala biaya sewa yang mungkin dianggap berat dalam masa berproses. Sehingga ruang untuk itu saya coba berikan untuk membantu mereka,” tandas Yusman yang menginginkan adanya kebersamaan dan persatuan para seniman dalam mengharumkan nama Yogyakarta.

Etalase 2 Kopi Macan || YP-Yuliantoro

Owner Kopi Macan yang juga pematung senior, Yusman, mengatakan bahwa "Hal ini sebentuk keterlibatan bagi teman-teman seniman agar dapat terus berkarya, melaksanakan pameran seni rupa, melakukan pertunjukan sastra, pentas musik dan tarian di tempat ini. Silakan saja,” ucap Yusman bernada ajakan.

Sejak diresmikan setahun lalu tepatnya 25 Maret 2021 oleh GKR Mangkubumi, Galeri Kopi Macan sudah disambangi oleh banyak seniman dan komunitas untuk berpameran dan menggelar kegiatan seni budaya.

Terkait dengan nama Galeri Kopi Macan, menurut dia secara kebetulan dahulu di depan bangunan itu ada patung macan yang menjadi penanda sebagai rumah miliknya.

Gallery Ruang Pameran || YP-Yuliantoro

Dia juga berfilosofi bahwa macan adalah hewan pemberani, itulah yang memberinya semangat untuk berani berkorban dan membantu proses regenerasi seniman di Yogyakarta.

“Saya kan ada batas waktunya, nah regenerasi inilah yang menjadi keharusan untuk terus menumbuhkan semangat berkesenian dan berkarya. Untuk itu saya sudah menyiapkan banyak anak angkat yang bisa kita didik dan kembangkan bakatnya untuk maju dan berkembang melanjutkan harapan yang tua-tua ini,” pungkas Yusman. (Yuliantoro)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


share on: