Yogyapos.com (YOGYA) - Memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-77 dan juga bertepatan dengan satu Dasawarsa Undang Undang Keistimewaan DIY, Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia Korwil Yogyakarta menggelar acara yang bertitel Tarian Kebaya Merah Putih 2022 dan Tari Kaluhuran di halaman Kantor Gubernur , Kepatihan Yogyakarta pada Minggu (14/8/2022). Namun sebelum itu, para perempuan akan diajak untuk bersama-sama belajar tentang tata cara mewiru (melipat kain-red) gaya Yogya dan Solo secara massal.
Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta MG Tinuk Suhartini menjelaskan, gelar Tari Kebaya Merah Putih dan Mewiru kain secara nasional ini merupakan bagian dari kampanye ‘Kebaya Goes to Unesco’ yang terus digemakan di berbagai kesempatan. Sebab, kebaya merupakan busana luhur warisan nenek moyang yang harus selalu dilestarikan.
”Ini merupakan upaya menggugah rasa nasionalisme sekaligus kampanye penyadaran terhadap kebaya sebagai busana warisan bangsa,” ujar Tinuk dalam rilis yang diterima yogyapos.com, Jumat (12/8/2022 ).
Ditambahkan Tinuk, kegiatan ini didukung oleh Padepokan Seni Omah Cangkem yang mempersilahkan kami menarikan kedua tarian tersebut. Lagu yang berjudul Kucinta Indonesia dan Senam Keluhuran adalah ciptaan Bpk. Pardiman Djoyonegoro, pemilik Padepokan. Sedangkan tariannya adalah hasil ciptaan koreografer ternama Bpk Anter Asmorotejo. Adapun peserta berjumlah 400 orang perempuan yang berasal dari seluruh lapisan masyarakat dengan rentang usia 12 tahun hingga hampir 70 tahun. Disamping itu pihaknya juga mengajak sebanyak 50 orang buruh gendong Pasar Beringharjo untuk turut serta.
“Untuk kebaya dan selendang sudah kami sediakan, karena kami ingin kegiatan ini bisa menjadi sarana rehat atau istirahat sejenak dari pekerjaan berat mereka sehari-hari,” ujar Tinuk.
Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia Korwil Yogyakarta berdiri pada bulan Oktober 2015, komunitas ini mempuyai misi Melestarikan Budaya Indonesia dan bervisi mengangkat kebaya sebagai busana keseharian perempuan Indonesia. Hingga kini lebih dari 50 orang perempuan telah menjadi anggota aktif di komunitas ini. Anggota tidak terbatas usia maupun latar belakang, yang menyatukan adalah kecintaan terhadap pelestarian kebaya sebagai bagian dari Budaya Indonesia. (*/Sulistyawan Ds)
