Yogyapos.com (SLEMAN) - Salah satu siswa SMK Dirgantara Putra Bangsa Sleman inisial D menjadi korban pengeroyokan, terduga pelaku merupakan kakak kelas dan salah satunya merupakan alumni sekolah.
Atas kejadian tersebut, orang tua korban yang diwakili oleh tim kuasa hukum dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Pandawa Yogyakarta mendatangi sekolah yang berada di wilayah Kapanewon Mlati, Jumat (7/10/2022).
“Tujuan kedatangan kami ini untuk menuntut keadilan atas permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah SMK Dirgantara, bahwa salah satu siswanya atas nama inisial D menjadi korban penganiayaan, yang orang tuanya merupakan klien kami,” jelas Direktur LKBH Pandawa Gyovani Salfolfram SH, Jumat (7/10/2022).
Terkait kronologi, beber Gyovani, pada 5 Oktober yang lalu telah terjadi peristiwa penganiayaan terhadapnya. Diduga pelaku berjumlah empat orang yang merupakan senior (kakak kelas) serta salah satu alumni sekolah ini.Tiga orang siswa masih usia anak-anak, sementara alumni sudah dewasa.
“Salah satu pelaku adalah alumni dari sekolah ini, atas hal tersebut kita sudah lakukan laporan Polisi di Polsekta Mlati dan kita datangi sekolah untuk mengklarifikasi. Kami juga mengharapkan adanya tindakan tegas dari sekolah dengan harapan tindakan seperti itu tidak akan terjadi lagi. Baik di sekolah tersebut ataupun sekolah yang lain,” tandasnya.
Gyovani menyampaikan, bahwa Kepala Sekolah tadi menyampaikan akan melakukan pembinaan. Dirinya menilai kejadian tersebut merupakan tindakan kriminal.
“Nah, sebagai pembelajaran saya berpikir kalau hanya dibina begitu tidak begitu fair juga. Karena akibat peristiwa tersebut saat ini D tidak mau sekolah lagi,” ungkap dia.
Pihaknya menginginkan adanya tindakan yang setimpal dengan perbuatan yang dilakukan terhadap klien mereka.
“Kami berharap sekolah juga mengeluarkan para pelaku. Sehingga tindakan pembulyan seperti yang menimpa klien kami tidak terulang lagi kedepannya,” tegasnya.
Akibat kejadian, sambungnya, korban mengalami memar pada kaki kiri serta merasakan sesak pada dada. “Jika ada keterlibatan pihak sekolah dalam kejadian ini maka pihak sekolah akan kita tuntut,” imbuhnya.
Kepala Sekolah SMK Dirgantara Putra Bangsa, Drs M Nadjmuddin M Par memilih tutup mulut sembari berjalan keluar dari bangunan gedung sekolah tersebut meninggalkan sejumlah wartawan yang sedang bermaksud melakukan konfirmasi perihal kejadian tersebut.
“Maaf saya mau khutbah ke masjid. Karena letaknya cukup jauh jadi harus datang lebih awal,” tukasnya, singkat. (Opo)
