KKN Kelompok 109 UMBY Gandeng Influencer Aprillia Gayatri Dorong Digitalisasi Pemasaran UMKM

share on:
influencer Aprilia Gayatri || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Perkembangan pesat digitalisasi telah mengubah cara UMKM berinteraksi dengan pelanggan. Hal tersebut diwujudkan mahasiswa KKN Kelompok 109 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dengan menjalin kerjasama dengan UMKM Vifas Batik. 

Koordinator kelompok, Ichsanudin mengatakan, Vifas Batik selama ini mengandalkan metode pemasaran konvensional seperti pameran dan bazar sehingga merasa perlu beradaptasi dengan perubahan zaman agar dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. 

“Kami berperan dengan menawarkan solusi berbasis digital marketing,” ujar Ichsanudin kepada yogyapos.com, Sabtu (10/8/2024). 

Pihaknya, jelas Ichsanudin, mengandeng influencer ternama Yogya, Aprilia Gayatri untuk mempromosikan batik melalui platform media sosial.

Influencer tersebut dikenal aktif mempromosikan produk-produk lokal dan memiliki reputasi yang baik di kalangan pengikutnya. Kegiatan akan dilaksanakan selama satu bulan dengan 8 kali pertemuan dalam kelompok yang berjumlah 11 orang

“Untuk influencer kami undang pada hari Jumat 9 Agustus 2024 kemarin,” jelasnya. 

Mahasiswa KKN Kelompok 109 UMBY || YP-Ist

Di sinilah mahasiswa KKN UMBY kelompok 109 berperan menawarkan solusi berbasis digital marketing. Kolaborasi ini dimulai dengan identifikasi masalah yang dihadapi oleh Vifas Batik, terutama dalam hal pemasaran digital. 

“Kami melakukan riset pasar dan menemukan bahwa penggunaan influencer di media sosial bisa menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan awareness dan menjangkau target pasar yang lebih luas,” ungkapnya. 

 Sedangkan Aprilia Gayatri menyampaikan materi dengan mengusung tema “Pakai batik itu keren". Gayatri menjelaskan batik adalah warisan budaya Indonesia yang tidak ada matinya.

“Melalui pemasaran digital yang dirancang secara kolaboratif, Vifas Batik dapat memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram serta melibatkan influencer local untuk membantu mempromosikan produk-produk batik melalui postingan dan konten video kreatif yang menonjolkan keunikan dan nilai budaya batik Yogyakarta,” sebut Gayatri. 

Menurut dia, konten yang dihasilkan tidak hanya berupa promosi produk, tetapi juga edukasi tentang proses pembuatan batik, cerita di balik motif-motif batik khas Vifas, serta dampak sosial dari membeli produk lokal.

“Melalui pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan narasi yang lebih mendalam dan relevan bagi audiens, yang pada akhirnya mendorong peningkatan penjualan,” sambungnya. 

 Pemilik Vifas Batik, Sus Handoyo menyampaikan apresiasi atas digagasnya kerjasama ini dengan memberikan motivasi bagi anak muda, “Lakukan apa yang bisa dilakukan, dan melompat lebih tinggi selama itu bisa dilakukan,” tandas Sus Handoyo.

Dia berharap melalui kolaborasi ini  menjadi contoh bagi UMKM lain di Yogyakarta dan sekitarnya untuk lebih memanfaatkan potensi digital marketing dalam mengembangkan usaha. 

“Kami berharap bahwa inisiatif ini bisa berlanjut meski masa KKN telah usai, sehingga keberlanjutan dampak positifnya dapat terus dirasakan oleh Vifas Batik beserta UMKM lainnya,” pungkasnya. (Opo)

 

 

 


share on: