Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Ketua DPRD Bantul Nur Subiantoro SIKom dan Bupati Abdul Halim Muslih membaur dengan masyarakat pada puncak acara Merti Dusun Karangrejek, Karang Tengah Imogiri, di Lapangan Cilik, Kamis (28/9/2023) siang.
“Saya menyambut gembira event merti dusun ini untuk menguatkan, melestarikan dan mengmbangkan seni budaya jawa yang adiluhung yang juga merupakan kekayaan bangsa,” kata Bupati Abdul Halim Muslih dalam sambuatanya.
BACA JUGA: Danrem 072/Pmk Ajak Jajarannya Ikuti Teladan Rasulullah SAW
Bupati menegaskan, seni budaya karawitan, tari, wayang, ketoprak, jatilan dan yang lainya selalu hidup sebagai inspirasi untuk kemajuan bersama meliputi berbagai sektor yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan dan pariwisata.
Pawai bregada merti dusun Karangrejek || YP-Supardi
Sementara itu, Nur Subiantoro mengungkapkan sesuai dengan ruh Keismewaan DIY bahwa pelestarian berbagai upacara adat tradisi termasuk merti dusun harus dilestarikan karena mampu memberikan banyak manfaat.
BACA JUGA: Anies Baswedan Dijadwalkan Hadir di Bandung Menyambut Gagasan Alumni ITB untuk Perubahan
“Saya mengapresiasi masyarakat Karangrejek mengadakan merti dusun. Saya juga mengharapkan hal ini dapat memberikan keselamatan, kesejahteraan dan kemajuan masyarakat,” katanya.
Penyerahan hasil panen warga || YP-Supardi
Selaku Wapim DPRD, Nursubiantoro berupaya mendorong dan memberikan kemudahan masyarakat dalam akses pelestaraian budaya. Hal-hal terkait untuk kemajuan seni budaya akan terus menjadi perhatian.
BACA JUGA: Putusan Menolak Eksepsi Lurah Caturtunggal Diwarnai Dissenting Opinion
Pada kesempatan sama Lurah Karantengah, Haryanta, menuturkan merti dusun diisi dengan berbagai agenda kegiatan berlangsung sejak 23-28 September 2023.
Bupati Abdul Halim menyempatkan foto bersama warga || YP-Supardi
Pada 23 September digelar pentas gejog lesung dan jatilan kreasi. Pada hari kedua pentas jatilan klasik dan laras madya. Hari ke tiga gelar sholawatan, hari ke empat didisi semaan Alquran. Hari kelima pentas hadroh. Puncaknya acara Kamis (28/9) diadakan pawai bregodho, kirab gunungan, doa dan kenduri bersama. (Spd)
