KIM Dinamika Sinema Nusantara Sleman Peroleh Penghargaan Terbaik Digitalisasi UMKM

share on:
Tim KIM Dinamika Sinema Nusantara asal Sleman menerima penghargaan terbaik digitalisasi UMKM dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Anjungan City Of Makassar Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/8/2024) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Dinamika Sinema Nusantara asal Kabupaten Sleman DIY dinobatkan sebagai KIM terbaik kategori pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Penganugerahan tersebut disematkan pada acara ‘Malam Apresiasi KIM Fest 2024 yang diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)  di anjungan City Of Makassar Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/8/2024).

Dalam kesempatan tersebut KIM Dinamika Sinema Nusantara yang diketuai Andy Ahmad Akbar Zulfikar bersama dua anggotanya Eka Sastra Kurniawan dan Saviera Zulykha Ajeng unjuk kemampuan dan keunggulan dalam pengembangan UMKM di daerahnya. 

Andy Ahmad Akbar Zulfikar mengatakan, aspek yang dinilai dalam ajang ini antara lain, presentasi profil, tampilan stan (ruang pamer) dan penyajian dalam bentuk video stan yang didirikan. 

“Di sana kita juga membagikan souvenir gratis bagi masyarakat, intinya kita berupaya mengemas stan agar menarik perhatian pengunjung,” kata Andi sapaan akrab Andy Ahmad Akbar Zulfikar dalam perbincangan dengan yogyapos.com, Selasa (13/8/2024). 

Menurut Andi, aspek yang ditonjolkan  berupa digitalisasi untuk UMKM, yang bertujuan meningkatkan efisiensi, produktivitas dan akses pasar memanfaatkan teknologi digital. 

“Di sini kami tonjolkan digitalisasi bagi UMKM untuk mendorong inovasi produk dan memperluas jangkauan pasar, yang tujuan terpenting untuk pertumbuhan ekonomi nasional,” beber Andi. 

Dengan diraihnya juara ini, diharapkan keberadaan KIM Keberadaan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan berfungsi sebagai sumber informasi yang akurat dan bermanfaat. KIM berperan dalam menyebarluaskan informasi yang mendidik, membantu masyarakat memilah informasi, serta menangkal penyebaran hoax dan berita palsu. 

“Kehadiran KIM diharapkan dapat berpengaruh positif bagi masyarakat, harapan kami setiap desa harus ada KIM dan aktif, dan tentunya mendapatkan dukungan pemerintah,” katanya. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kominfo, Usman Kansong mengungkapkan, penilaian kompetisi KIM tahun ini tetap mempertimbangkan tiga bidang utama, yaitu UMKM, pariwisata serta pertanian atau perkebunan. Namun, tidak ada wakil dari bidang pertanian atau perkebunan yang berpartisipasi tahun ini, sehingga penghargaan hanya diberikan kepada KIM terbaik di bidang UMKM dan Pariwisata.

“Selain penghargaan dalam bidang UMKM dan pariwisata, tahun ini kami memperkenalkan kategori baru yang menitikberatkan pada transformasi digital dan inovasi,” kata Usman dalam sambutan dikutip dari InfoPublik.id.

Menurut Usman, penghargaan khusus diberikan kepada KIM yang berhasil berinovasi dan tetap mandiri dan berdaya dalam mengembangkan potensi masyarakat di sekitarnya. Apresiasi tertinggi diberikan kepada KIM yang mampu menghadirkan inovasi signifikan yang mendukung perkembangan komunitas dan keberlanjutan organisasi.

“Dengan adanya kategori baru ini, diharapkan semakin banyak KIM yang terinspirasi untuk berinovasi dan bertransformasi menuju digitalisasi, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Penghargaan juga diberikan kepada KIM Desa Sani Sani dari Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, meraih penghargaan kategori Pariwisata, KIM Tirto Gumitir dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, dinobatkan sebagai pemenang dalam kategori KIM Transformatif, sebuah penghargaan khusus bagi KIM yang berhasil melakukan transformasi digital dalam operasionalnya.

Dan kategori KIM Inovatif dimenangkan oleh KIM Racah Mampulang dari Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, atas inovasi kreatif yang mendukung pemberdayaan komunitas setempat. (*/Opo) 

 

 


share on: