Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsung warisa budaya adiluhung khususnya pedalangan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kunda Kabudayan) menggelar Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 selama Empat hari 9 sampai 12 Mei 2026, di Gedung Serbaguna Beran.
BACA JUGA: Festival Dalang Cilik, Jaga Keberlangsungan Warisan Budaya Adiluhung
Sebagai salah satu juri, Ki Utoro Widayanto , menilai festival ini luar biasa. Kabupaten Sleman bisa mengadakan festival dalang anak dan remaja dengan sangat merata dari 17 Kapanewon. “Mereka tampil semua. Saya bangga, semoga tahun depan dapat mengu langi momen seperti ini lagi. Setiap kapanewon menghadirkan dua peserta da lang semua 34 peserta,” ujarnya kepada yogyapos.com, Senin (11/5/2026).
BACA JUGA: Koperasi Alumni Geologi ITB Teken Kontrak USD 21,6 Ribu untuk Survey Batubara di Kaltim
Ki Utoro yang juga Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) mengungkapkan festival tersebut potensinya sangat bagus dan generasi pedalangan ternyata sangat banyak. Menandakan banyak anak muda yang menyukai wayang maupun pedalangan.

"Biasanya yang menyukai dalang itu anak keturunan dalang atau ada garis keturunan. Tetapi kalau ini gak, anak awam maupun anak orang biasa semua suka dalang. Ini yang membuat bangga wayang tidak akan punah," tandasnya.
BACA JUGA: Melestarikan Olah Raga Tradisional, Ini yang Dilakukan Kormi Sleman
Kedepan agar wayang bisa diterima di kalangan semua anak muda. Diharapkan diperbanyak dengan membuat event- event maupun kontes wayang. Sehingga semua akan tertarik, seperti event dari Dinas Kebudayaan ini.
"Besok di bulan Juni saya juga akan mengadakan festival anak atau lomba dalang anak selama dua hari yakni, 14 dan 15 Juni 2026 ' ternyata banyak yang antusias," pungkasnya. (Agn)
