Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua Orgajda DIY, F Hantoro, mengatakan para pemudik Idul Fitri 1443 H cenderung mempergunakan kendaraan pribadi ketimbang memanfaatkan jasa Angkutan Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Dalam Provinsi (AKDP) yang tergabung dalam organisasi ini.
“Akibatnya arus lalu lintas cenderung semakin padat. Perjalanan mudik juga memerlukan waktu yang relatif lebih lama. Akibat kedua waktu perjalanan angkutan Organda juga menjadi lama sehingga pengusaha dan armada angkutan relatif lebih berat resikonya,” kata Ketua Organd DIY, F Hantoro kepada yogyapos.com, Selasa (4/5/2022).
Padahal sebenarnya, jika perjalan para pemudik harus membutuhkan waktu lama, mereka tidak efektif yaitu menjadi lebih capek, jenuh dan harus lebih sabar menanti untuk sampai ke tujuan. Sebaliknya apabila pera pemudik menggunakan jasa angkutan justru akan kebih nyaman dan cepat sampai tujuan.
Meski kini sudah bisa dibilang masyarakat dibebaskan untuk mudik dan tanpa adanya penyekatan, namun organda juga harus mentaati sejumlah ketentuan dari pemangku kebijikan. Itu meliputi ketentian dari pemerintah (kementrian).
“Sedangkan armada dari Organda DIY yang depersiapkan untuk diopeerasikan pada H-7 hingga 7+7 Lebaran 2022 baik AKDP dan AKAP ada sekitar 500 amada. Itu semuanya siap dan laik jalan. Namun juga kurang beruntung,” jelas Hantoro.
Hantoro menyatakan, agar kebikan Pemerintah bisa fleksibel dan kebih bermanfaat bagi pemudik dan juga pengusaha, maka agar bisa duduk bersama dengan Organda dalam menentukan kebijakan. (Spd)
