Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebanyak 5142 orang penari tampil dalam Jogja Menari 2022 yang berlangsung di Kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Minggu (18/12/2022). Peserta terdiri dari segala usia dan berasal dari berbagai daerah dan masing-masing peserta membawakan tarian “Nusantara Harmoni“.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-edy-prabowo-se-jangan-terulang-insiden-korban-jiwa-anggota-pps--9422
Jogja Menari merupakan salah satu rangkaian kegiatan Lustrum ke-13 SMAN 1 Yogyakarta dan tahun ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk ke-dua kalinya. Selain bertujuan untuk melestarikan seni budaya khas Nusantara, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai upaya merekatkan kebhinekaan antar elemen bangsa.
Ketua Panitia Lustrum SMAN 1 Yogyakarta Muhammad Romahurmuzy menjelaskan, merupakan upaya darui KATY untuk mengjidupakn seni pertunjukan nusantara. Kegiatyan ini tidak hanya menarik minat peserta dari Yogya saja, tetapi juga dari luar kota. Untuk tahun ini ter catat peserta terjauh berasal dari Sulawesi Selatan .
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-diresmikan-rumdis-wabup-bantul-menelan-biaya-rp-42-m-9408
“Saya kira kegiatan ini cocok menjadi forum tingkat dunia, bukan hanya tingkat Yogya,” ujar Romahurmuzzy yang akrab dipanggil dengan sebutan Gus Rommy ini.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-darmaningtyas-kurikulum-merdeka-belajar-lahirkan-generasi-proyek-8798
Ditambah Rommy, Jogja Menari merupakan realisisasi dari semangat untuk menunjukkan semangat kebhinekaan. Melalui kegiatan ini wacana kebhinekaan bukan hanya menjadi wacana tetapi sudah diselenggarakan dalam bentuk kegiatan yang nyata.

Dibanding tahun lalu, lanjut Rommy, jumlah peserta tahun ini tercatat lebih banyak dan menurut rencana untuk tahun depan, akan dibuka untuk peserta dari luar negeri.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-alouvie-berhasil-bebaskan-klien-demi-hukum-233
Sementara itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif Rizky Handayani menyampaikan, Yogyakarta sudah sejak lama terkenal dengan kreatifitasnya. Banyak sekali acara budaya dan kegiatab kreatif yang digelar di kota ini. Oleh karena itu, kegiatan Jogja Menari semakin menegaskan predikat Yogya sebagai kota budaya.
“Event ini sebenarnya bisa diangkat menjadi event yang skalanya lebih besar. Sebab sampai saat ini belum ada festival tari yang dikemas secara masif. Jadi Jogja Menari ini bisa diangkat sebagai salah satu event tingkay Internasional,” ujar Handayani.
Handayani menyarankan, untuk kegiatan tahun depan hendanya bukan sekadar Festival Tari semata tetapi juga dilengkapi dengan workshop seni tari dan kebudayaan dengan waktu penyelenggaraan yang lebih lama lagi.
Dalam catatannya, banyak sekali proposal yang masuk ke Kemenparekraf mengenai kegiatan pementasan seni tari dari berbagai negara. Oleh karena itu pihaknya membayangkan jika banyak generasi muda yang menguasai tarian dan tampil di luar negeri, maka hal itu dapat menjadi salah satu sarana promosi wisata yang strategis kepada wisatawan mancanegara.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-owner-legian-resto-ny-vita-kerugian-sekitar-rp-500-juta-2875
Selain itu, penyelengaraan kegiatan Festival yang dilengkapi dengan pameran UMKM ini juga dinilainya sangat positip karena mendukung peningkatan perekonomian masyarakat dan mendorong penciptaan lapangan kerja. (Sulistyawan Ds)
