Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bantul Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul melakukan upaya peningkatan kapasitas Rois dan Prodiakon Katolik serta Kristen untuk mewujudkan moderasi beragama di tengah masyarakat.
“Peningkatan kapasitas ini diadakan setiap sebulan sekali. Setiap pertemuan per orangnya diberikan uang saku Rp 30.000 dan setahun sekali diberikan seragam bagi mereka,” kata Lurah Bantul, Supriyadi kepada yogyapos.com disela berlangsung pertemuan Rois, di Kalurahan Bantul, Selasa (10/12/2024).
BACA JUGA: Motor Buruh Tani Digazak Maling Saat Ditinggal Membajak Sawah
Menurutnya, untuk pertemuan Prodiakon juga dilakukan setiap bulan. Namun sekali waktu para kaum Rois dan Prodiakon juga diadakan pertemuan bersama. Biayanya diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal).
Dalam pertemuan diberikan materi tentang keagamaan dan dialog tanya jawab terkait dengan keilmuan Rois dan Perdiakon. Menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Bantul termasuk Kepala KUA, Kapolsek dan Danramil.
Para narasumber || YP-Supardi
“Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas dan wawasan agar lebih baik dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat. Mereka kami posisikan sebagai bagian penting bagi upaya memajukan masyarakat,” sambungnya.
BACA JUGA: Pengunjung Perpusda Bantul Meningkat Signifikan
Menurut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul, H Ahmad Shidqi SPsi, acara semacam itu penting untuk mewujudkan dan menguatkan moderasi beragama di masyarakat.
“Itu merupakan implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 058 Tahun 2023 tentang Moderasi Beragama,” ungkap Ahmad Shidqi.
“Pemerintah Kalurahan Bantul telah melakukannya, diharapkan juga dapat dilakukan oleh kalurahan lain,” sambungnya, seraya menambahkan Kantor Kemenag Bantul siap untuk melakukan pendampingan dan pembinaan kepada Rois maupun Prodiakon. (Spd)
