Yogyapos.com (YOGYA) - Pengkab Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Sleman dan Percasi Kota Yogya menggelar ‘Open KejurProv Catur se- DIY’ di Ndalem Kaneman Jalan Kadipaten Kidul 44 Kraton Kota Yogyakarta, Minggu (6/10/20224). Dikesempatan sama Pengda Percasi DIY mengadakan Kejurda di Bantul.
Ketua Umum Percasi Sleman Sutapa mengatakan, KejurProv ini merupakan seleksi untuk penjaring atlet yang akan dikirimkan untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) catur pada 9 November 2024 mendatang. Mempertandingkan jawara-jawara catur pada 14 kelas, mulai A hingga H dengan peserta dari Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.
“Peserta merupakan atlet-atlet catur Sleman dan Kota Yogya, berjumlah 76 orang, terdiri atlet yunior dan senior,” ujar Sutapa.
Sutapa menjelaskan, penyelenggaraan Open KejurProv Catur se- DIY ini buntut ditolaknya kontingen Percasi Sleman dan Percasi Yogya dalam Kejurda yang digelar di Kabupaten Bantul oleh Pengda Percasi DIY dalam waktu bersamaan. Pihaknya pun menyayangkan atas penolakan, yang justeru menghambat perkembangan prestasi atlet. Menurutnya dengan kepengurusan demisioner di Pengda DIY, berarti penyelenggaraan Kejurda tersebut adalah ilegal.
“Kontingen kami ditolak, hal itu yang menyebabkan kejurprov ini kami gelar, kalau di Percasi yang benar sesuai AD/ART yaitu kejurprov bukan kejurda,” jelasnya.
Baroto Wijatun (kiri) didampingi Sutapa menyerahkan beasiswa Rp 27 juta bagi Shafira Devi Harfesa, atlet besutan Percasi Sleman peraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024 || YP-Eko Purwono
Penjaringan atlet potensial menerapkan sistem full kompetisi, round robin 1/2 kompetisi, dan swiss 4 babak. Operasional pertandingan bersumber dana mandiri organisasi.
“Kompetisi ini tanpa menggunakan APBD kabupaten maupun APBD provinsi, ini mandiri dari organisasi dan hasil rangking akan direkomendasikan dan disahkan KONI untuk bisa maju ke kejurnas,” tandasnya.
Seluruh peserta tidak dipungut biaya, berhak atas uang saku, snack dan makan siang dan atlet berprestasi berpeluang mendapatkan beasiswa dari pemerhati catur Bangkit Wijaya selaku owner Bimbingan Belajar (Bimbel) Putra Bangsa.
Sedangkan Ketum Percasi Kota Yogyakarta Baroto Wijatun menjelaskan bersamaan acara, diserahkan bea siswa atau taliasih senilai Rp 27 juta untuk Shafira Devi Harfesa, atlet besutan Percasi Sleman peraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024.
“Ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas prestasi membanggakan atlet Syafira di PON Aceh-Sumut 2024, ini dari pribadi kami (Bangkit Wijaya dan Baroto),” jelas Baroto.
Apresiasi juga diberikan Bangkit Wijaya kepada atlet-atlet peraih medali emas pada Porda 2022 yakni kepada Rosiana, Astiti, Fenti dan Syalwa dengan total Rp 20 juta.
“Dengan pemberian beasiswa dan apresiasi ini diharapkan dapat memacu para atlet agar lebih berprestasi di kancah nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Diminta tanggapan atas digelarnya KejurProv dan Kejurda, Ketua Umum KONI DIY Prof Dr Djoko Pekik Irianto M Kes mengatakan, penyelenggaraan tournamen bisa diadakan oleh siapapun baik lembaga atau perorangan. Namun yang perlu mengedepankan kualitas pertandingan.
“Disamping turnamen untuk menambah jam terbang para atlet, kualitas pertandingan perlu diperhatikan. Kompetensi dan kewenangan ada pada cabang olahraga,” jelas Prof Joko.
Sementara itu Ketua Pengda Percasi DIY, Bambang Wisnu Handoyo menyatakan dengan digelarnya kejuaraan oleh Percasi Sleman dan Percasi Kota Jogja diartikan bahwa keduanya tidak mengakui Pengda Percasi DIY.
“Padahal sejak awal PB Percasi telah memberikan SK kepada saya dan kita kita, menurut SK tidak perlu menunggu pelantikan sudah bisa bekerja,” jelas Bambang.
Peserta Open KejurProv Catur se-DIY || YP-Eko Purwono
Penunjukan Plt Percasi Sleman dan Kota Yogya telah melalui tahapan sesuai AD/ART. Bahkan untuk kota telah melaksanakan musyawarah kota luar biasa Percasi Kota Yogyakarta.
“Sampai surat peringatan ketiga tidak ada tanggapan apa-apa, kami tempuh pemberhentian dan menunjuk Plt,” sebutnya.
Digelarnya Kejurda di Bantul, kontingen atau atlet- atlet yang diterima merupakan hasil rekomendasi Plt Ketum Kota Yogyakarta, terkait atlet-atlet Sleman langsung direkrut oleh Pengda DIY. Termasuk klarifikasi kepada KONI Sleman akan segera dikirimkan dalam waktu dekat.
“Intinya saya berkiprah di dunia cabang olahraga catur tanpa ada tendensi apa pun, hanya berniat memajukan cabor catur ini,” tuturnya. (Opo)
