Ke Banyuwangi Tak Lupa Mampir Waroeng Kemarang, Asyik Joget dan Dijamin Kenyang

share on:

Yogyapos.com (BANYUWANGI) - Mengunjungi Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, rasanya belum afdol jika tak menyempatkan singgah di Waroeng Kemarang. Kulineran ini mengusung tema kesenian tradisional adat khas wong Osing Banyuwangi. 

BACA JUGA: Alfajri Rafsanjani Dilantik Ketua IPR-Y Komisariat Rokan Hulu, Bupati H Sukiman Siap Maju Gubernur

Destinasi wisata kulineran ini berlokasi di Jalan Perkebunan Kalibendo, Dusun Wonosari, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, selain menawarkan makanan khas daerah, juga menyuguhkan suasana  yang kental dengan unsur budaya klasik asli ala Banyuwangi banget. Terletak di pinggir jalan menuju obyek wisata Kawah Ijen. 

BACA JUGA: Sidang Kasus Penyelewengan TKD, Jagabaya Caturtunggal Minta Dibebaskan

Seusai agenda kunjungan pada Rabu 3 Juni 2024, kesempatan ini dimanfaatkan rombongan studi banding Pemerintah Kabupaten Sleman bersama sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman (PWPS) untuk menikmati suasana yang kental dengan unsur budaya setempat. 

Sebagian foto-foto kenangan pengunjung || YP-Eko Purwono

Sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan yang dipimpin R Haris Martapa SE MT selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sleman tiba di lokasi. Sebelum memasuki bangunan utama seperti joglo dengan gaya bangunan adat rumah osing kami langsung disambut dengan Tarian Gandrung, diiringi seperangkat gamelan yang terdiri dari petuk, rincik, gong, suling dan gendang. 

BACA JUGA: Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari Dipecat, Presiden Belum Terbitkan Kepres

Salah satu penari menyambut dengan ramah sembari mengalungkan sampur atau selendang kepada Haris Martapa. 

“Luar biasa, terima kasih atas sambutan yang baik ini,” ucap Haris. 

Destinasi yang dibuka pada 2018 ini dilengkapi dengan perabot meja kursi yang klasik serta gamelan gandrung dan barong Banyuwangi. Sementara di sebelah kanan ada tulisan logo dari Waroeng Kemarang yang biasa digunakan untuk swafoto para pengunjung,

BACA JUGA:Kapolda DIY: Situasi Aman Merupakan Investasi yang Baik di Masa Depan

Sepanjang menikmati aneka kulineran, mulai sego tempong, rujak soto, pelasan, uyah asem, sego janganan, pecel pitik, kopi lethek, sumping, gedang goreng dan kucur. Seluruh pengunjung disuguhi Tarian Gandrung, bahkan diberikan kesempatan untuk menari bersama dua penari. Menu camilan dibanderol dengan harga mulai dari Rp 5 ribuan sedangkan untuk menu makanan mulai harga Rp 13.000. 

Asyiknya rame rame, saling meluapkan kegembraan || YP-Eko Purwono

“Suasananya mirib di Bali, dapat dilihat dari keseniannya, kalau soal kulinernya yang khas di sini menu rujak soto, tadi juga dihidangkan,” ujar Teguh salah satu pewarta dalam rombongan. 

BACA JUGA: Perizinan Sudah Siap, Daging Dam Jemaah Indonesia akan Dikirim ke Tanah Air

Di tempat terpisah Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pihaknya terus berupaya mendorong peningkatan saya tarik sektor pariwisata, baik bagi wisatawan nusantara maupun pelancong mancanegara untuk berkunjung ke Banyuwangi. 

Dikatakan, pada 2024 ada dua festival di Banyuwangi, yakni Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival, keduanya masuk dalam kalender event nasional bertajuk Kharisma Event Nusantara 2024 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (Opo)

 

 

 


share on: