Yogyapos.com (SLEMAN) - Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar beserta pejabat utama Polda DIY bertemu dengan tokoh masyarakat atau sesepuh perwakilan dari warga Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua yang berada di Yogyakarta, Rabu (6/7/2022).
Pertemuan dilakukan di ruang Kapolda ini sebagai tindak lanjut adanya kejadian kekerasan yang melibatkan ketiga warga beberapa waktu yang lalu di daerah Babarsari, Kapanewon Depok Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-lbh-ansor-diy-buka-posko-pengaduan-korban-mafia-tanah-8640
"Dalam pertemuan tersebut Kapolda DIY meminta untuk masing-masing pihak agar cooling down dan mempercayakan penangan kasus kepada pihak Polda DIY, mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas di Daerah Istimewa Yogyakarta,
" kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto didampingi Kasubbid Penmas AKBP Verena SW, Yuliyanto mengatakan sejumlah tokoh masyarakat Indonesia Timur yang saat itu hadir antara lain John S Keban (NTT), Daniel Damaledo (NTT), Hillarius Ngaji Merro (NTT), Jacky Latupeirissa (Maluku), Kristovel (Maluku), Pdt. Beny Dimara (Papua) dan Renaldy (Papua).
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-15-ton-paket-bantuan-dikirim-ke-ntt-dari-pos-babarsari-3975
Sementara itu, Dir Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menambahkan bahwa Polda DIY akan melakukan penangan kasus sesuai ketentuan sehingga oknum dari masing-masing pihak yang terlibat akan diproses secara hukum.
"Oleh karena itu agar masing-masing pihak proaktif membantu Polda DIY untuk percepatan penangan kasusnya,” ungkapnya. (Opo)
