Yogyapos.com (SLEMAN) - Sebesar 40 persen alokasi penggunaan dana desa (DD) tahun anggaran 2022 di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak masih diprioritaskan untuk program perlindungan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Meski demikian sejumlah program pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan sesuai dengan porsi anggaran dan regulasi yang ada. Pernyataan tersebut disampaikan Lurah Wedomartani Teguh Budiyanto kepada yogyapos.com di ruang kerjanya, Senin (29/8/2022).
Kantor Kalurahan Wedomartani || YP-Eko Purwono
“Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN 2022 bahwa sebesar paling sedikit 40 persen alokasi anggaran dana desa untuk BLT, untuk ketahanan pangan yakni 20 persen, penangulangan bencana atau penanganan Covid-19 sekitar 8 persen, yang lainnya dialokasikan untuk pembangunan,” jelas Teguh Budiyanto didampingi Carik Wedomartani Rahmat Gunawan.
Lebih lanjut diungkapkan, alokasi DD tahun 2022 untuk Kalurahan Wedomartani mencapai Rp 1,4 miliar, sekitar Rp 600 juta terserap untuk program penyaluran BLT. Terkait penyaluran dan penggunan dana desa pihaknya juga melibatkan Bhabinkamtibmas dalam hal pengawasan pengelolaan.
“Dalam pembangunan infrastruktur diantaranya ada proyek jalan, drainase sesuai dengan prioritas usulan masing-masing masyarakat di Padukuhan melalui musyawarah padukuhan, lalu dimusyawarahkan di tingkat kalurahan dengan mengundang dukuh dan tokoh masyarakat termasuk BPKal,” katanya.
Ditambahkannya, pada tahun 2018, Kalurahan Wedomartani dinobatkan sebagai juara terbaik ke-2 dalam perlombaan kinerja pengelolaan dana desa tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami selalu berupaya untuk mengoptimalkan pengelolaan dan penggunaan dana desa, dengan transparan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Teguh. (Opo)
