Yogyapos.com (PALEMBANG) - Jajaran Dinas Pariwisata Kota Palembang sangat mengapresiasi promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan Badan Prommosi Pariwisata Sleman (BPPS) di Kota Palembang. Selain bisa meningkatkan kerjasama dan kemitraan diantara pelaku wisata juga berkorelasi juga pada peningkatan angka kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Sulaiman Amin saat membuka Travel Dialog & Table Top Palembang pada 8-10 Agustus 2023 di Hotel Hayo Palembang. Sebanyak 64 % wisata Kota Palembang berbasis budaya.
“Kami mencoba mengeksplor sungai karena target 2,3 juta wisatawan di tahun 2023 agak berat. Oleh karena itu, kami me-launchig 107 event seperti Cap Go Meh, Ziarah Kubro, FIFA World Cup U-20, Sriwijaya Expo, Palembang Heritage Run, Festival Sriwijaya, Bujang Gadis Palembang, Palembang Expo, Pekan Adat Sumsel dan Bidar Tradisional,” tandasnya.
Jajaran Dinpar Sleman dan BPPS di Pulau Kemaro Palembang || YP-Wahjudi Djaja
Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata Nyoman Rai Savitri, menyampaikan masih banyak orang yang belum mengenal dan mengetahui Sleman. Hampir semua perguruan tinggi besar Yogyakarta berada di Sleman, juga ratusan candi yang memiliki keindahan tersendiri. “Sleman juga terdapat 80-an desa wisata dimana wisatawan bisa belajar hidup. Itulah sebabnya kami mempromosikan wisata Sleman ke Palembang,” jelasnya.
Sedangkan Kabid Pemasaran Pariwisata Dinpar Sleman Kus Endarto dalam paparannya menguraikan potensi wisata Sleman. Ada beberapa jenis potensi wisata Sleman. Mulai wisata alam, budaya, olahraga, agrowisata, kerajian, pendidikan, sejarah dan kuliner. “Beberapa event unggulan kami antara lain Tour de Merapi, Tour de Prambanan, Ngayogjazz, dan Jogja International Heritage Walk,” paparnya.
Dalam laporannya Ketua BPPS Agung Tris Sasongko menyampaikan selain menggelar Travel Dialog & Table Top, juga mengunjungi beberapa destinasi dan pusat kuliner serta ekonomi kreatif di Palembang. Tempat yang dikunjungi antara lain Pulau Kemaro, Kampung Pempek, Sentra Songket, dan kawasan Taman Kambang Iwak. Turut memberi presentasi Djoko Supriyono (PHRI Sleman), Moris Tumpal Situmorang (PPJI), dan Wahjudi Djaja (STIEPAR API Yogyakarta). Sedang dari jajaran pelaku pariwisata Sumatra Selatan hadir dan memberi sambutan Ketua ASITA Sumsel, Anthon Wahyudi Yusak.(Iud)
