Jenderal Dudung Launching Buku Kepemimpinan, Haedar : Bisa Jadi Referensi Mahasiswa Muhammadiyah

share on:
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi (kiri) bertukar cinderamata dengan Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi menyatakan cita-cita bangsa ini harus kita wujudkan dengan nyata dan kuncinya ada di pusat pimpinan. Pemimpin yang strategis harus mampu menyelesaikan konflik sekecil apapun dengan baik.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sambutan launching dan bedah buku ‘Gaya Kepemimpinan Strategis dan Green Human Resource Management dalam Membangun Teamwork’ karya Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman, di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Jalan Brawijaya V Ringroad Selatan, Kragilan, Bantul, Senin (22/5/2023).

Hadir dalam acara tersebut Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Joko Purnomo, Asisten Kasad, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Ujang Darwis, Kadispenad Brigjen TNI Hamim Tohari, Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Hotlan Maratua Gurning, para Asisten Kasdam IV/Diponegoro, para Kasi Korem 072/Pamungkas, Forkopimda DIY serta para Dosen dan Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

“Mudah-mudahan dengan buku bapak Kasad bisa menjadi contoh untuk ditiru dalam kepemimpinanya, karena jiwa patriot dan orientasi kebangsaanya tidak diragukan lagi,” tegas Haedar.

Kasad Jenderal TNI Dr Dudung Abdurachman dalam sambutannya menyambut gembira atas launching buku Gaya Kepemimpinan Strategis dan Green Human Resource Management dalam Membangun Teamwork.

Ia berharap buku tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat luas, terutama kepada pimpinan atau calon pemimpin untuk dapat mempraktikkan gaya kepemimpinan strategis ini. Gaya kepemimpinan strategis ini tidak hanya berlaku di dunia militer, tetapi dapat juga diterapkan di dunia korporasi, bahkan birokrasi. 

Jenderal Dudung bersama panitia || YP-Ist

“Buku ini juga dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah khususnya Fakultas Ekonomi Manajemen, karena buku ini menggunakan metode Green Human Resource Management dalam menjalankan organisasi,” jelasnya.

Buku Gaya Kepemimpinan Strategis dan Green Human Resource Management dalam Membangun Teamwork mengulas secara mendalam tentang gaya kepemimpinan strategis antara pemimpin dengan anak buah pada suatu kerja sama di dalam suatu organisasi.

Buku ini juga merupakan bagian dari suatu proses pengabdian tiada henti terhadap bangsa dan negara sekaligus menjadi media dokumentasi atas pengalaman serta aktualisasi pengetahuan saya selama menempuh pendidikan doktoral pada program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Strategic Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti tahun 2022. 

“Sebagai pemimpin saya berusaha mengedepankan nilai-nilai keterbukaan, kejujuran, kebersamaan, dengan landasan disiplin dan kehormatan, dalam bingkai kepasrahan aktif kepada petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam menjalankan kepemimpinan, saya senantiasa diilhami ajaran luhur local wisdom yang terungkap dalam kata-kata Cipta, Rasa, Karsa, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani” ajaran Ki Hajar Dewantara, serta menerapkan prophetic leadership yang bersumber ajaran Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin yang terangkum dalam empat sifat yaitu siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Kepemimpinan yang mengutamakan akhlakul karimah,” jelasnya.

Untuk membangun lingkungan yang kondusif membutuhkan gaya kepemimpinan strategis yaitu kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, mempertahankan fleksibililitas, berpikir secara strategis dan bekerja dengan orang lain untuk memulai perubahan yang akan menciptakan masa depan yang baik bagi organisasi.

“Hal yang terpenting dari semua itu adalah calon pemimpin harus mempersiapkan diri untuk dapat menumbuhkan rasa patriotisme, menciptakan perubahan yang dinamis, berbudaya prestasi, dan semangat profesionalisme, yang mampu meningkatkan partisipasi dan peran aktif para anggota sebagai kekuatan moral, kontrol sosial serta sebagai agen perubahan yang mampu membangun dirinya, masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya. (*/Spd)

 


share on: