Yogyapos.com (JAKARTA) – Inndonesia kehilangan seorang ekonom masyhur, Faisal Basri (65), yang meninggal dunia di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta, pada Kamis (5/9/2024) pukul 03.50 WIB.
Kabar duka ekonom pendiri Institute for Developmennt of Enonomics and Finnance (INDEF) sontak menghiasi medsos X dan IG sejak pagi tadi, termasuk sejumlah WA grup yang yogyapos.com ikuti.
Informasi menyebutkan mantan Sekjen DPP PAN ini meninggal dunia karena ganguan jantung. Jasad almarhum kini disemayamkan di rumah duka Kompleks Gudang Peluru Blok A 60, Jakarta Selatan, serta akan dimakamkan sore ini, di Pemakaman Menteng Pulo.
Semasa Reformasi 1998 Faisal Basri menjadi salah satu pendiri MARA (Majelis Amanah Rakyat) yang merupakan cikal bakal berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) yang dideklarasikan pada 23 Agustus 1998. Ia menjadi Sekjen pertama yang kemudian mengundurkan diri.
Kepergian Faisal Basri cukup mengejutkan. Unngkapan belasungkawa disampaikan oleh berbagai pihak, tak terkecuali Anies Rasyid Baswedan. Mantan Gubernnur DKI dan Capres ini melalui akun resmi @aniesbaswedan anntara lainn mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Berduka mendalam mendengar kabar berpulangnya Bang @FaisalBasri. Insan cendekia yg pemikirannya menerangi jalan, layaknya lentera di tengah kabut,” tulis nya.
Ungkapan senada disampaikan Eks Menteri ESDM Sudirman Said yang melayat ke rumah duka, bahwa kita kehilangan besar Ekonom UI Faisal Basri
ita kehilangan besar. Ia sosok yang kritis, sejak dulu tidak pernah berhenti berjuang menyuarakan kebenaran sampai akhir hayat terus memberikan pendidikan pada masyarakat tentang keadaan, tentang bagaimana seharusnya.
“Jadi kita doakan mudah-mudahan husnul khotimah meninggalkan ilmu yang bermanfaat dan putra-putri yang soleh dan solehah,” katanya.
Nama Faisal Basri sebelumnya sudah terkenal sebagai akademisi dan pengamat ekonomi, aktivis, dan politkus. Di tengah kesibukannnya, ia tetap mengajar mata kuliah Ekonomi Politik.
Diketahui, Faisal Basri pernah pula mencalonkan diri sebagai gubernur DKI pada 2012 dari jalur independen. Ia berpasangan dengan Biem Benyamin, putra dari tokoh legendaris Betawi Benyamin Sueb. Saat itu ia bersaing dengan Joko Widodo, tapi tak berhasil.
Kendati kalah, ia tetap mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dan berbau korupsi. Bahkan saat ia masuk lingkaran kekuasaan, ia tetap kritis hingga di hari-hari akhir jelang ajal tiba.
Faisal Basri meninnggalkan seorang istri Syafitrie beserta tiga anaknya, Anwar Ibrahim Basri Batubara, Siti Nabila Azuraa Basri Batubara dan Muhammad Attar Basri Batubara. (*/Met)
