Yogyapos.com (BANDUNG) - Upaya untuk memasarkan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta perlu diperluas cakupan, jenis dan pasarnya. Beragam destinasi dan paket wisata baru yang muncul harus segera dipromosikan agar bisa lebih menarik kunjungan wisata. Di situlah letak peran penting Java Promo sebagai forum kerjasama bidang kepariwisataan sekaligus wahana penguatan branding pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Demikian intisari perbincangan yogyapos.com dengan Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) Aldi Fadhlil Diyanto, Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) Agung Tris Sasongko, Badan Promosi Pariwisata Daerah Gunung Kidul (BPPDGK) H Edo Sunardiono, serta Sekretaris Dinas Pariwisata Sleman Eka Priastana Putra SE MSi di sela-sela Travel Dialog Java Promo 2022 di Bandung Jawa Barat, Rabu (27/7/2022).
Sesi kedua Travel Dialog Java Promo 2022 diisi dengan pertemuan dan diskusi antara delegasi Java Promo dengan DPD ASITA Jawa Barat dan ASTINDO Jawa Barat.
Dalam pengantarnya, Eka Priastana Asita menyampaikan bahwa Jawa Barat merupakan satu dari tiga besar daerah yang mengirimkan wisatawannya ke Yogyakarta. “Ada ikatan sejarah yang saling menguatkan, sehingga ke depannya kami berharap itu akan menginspirasi kerja sinergi kita,” ujarnya.
Sedangkan Syaiful Wathan dari DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Barat mengatakan Bandung dan Yogyakarta selama ini sudah saling mengunjungi dan bergandengan untuk sama-sama membangun pariwisata.
“Kami berharap, kerjasama tersebut lebih ditingkatkan agar bisa menambah angka kunjungan wisata di masing-masing wilayah,” jelasnya.
Kepada yogyapos.com Ketua BP2KY Aldi Fadhlil Diyanto mengatakan Travel Dialog Java Promo di Bandung tahun 2022 ini merupakan salah satu wadah yang baik sebagai upaya penguatan branding Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Semua potensi dari tiga kabupaten dan kota di DIY dapat disinergikan bersama di dalamnya. Harapannya, calon wisatawan dari Jawa Barat khususnya Bandung Raya dapat lebih mengenal apa saja destinasi, akomodasi, dan potensi wisata yang ada dalam masing-masing delegasi dan dapat dirangkai menjadi satu keterkaitan dalam berwisata,” paparnya.
Ditambahkan Aldi, manfaat kedua dari forum tersebut adalah jalinan silaturahmi antar pelaku pariwisata tetap berjalan dengan baik sehingga dapat menunjang pariwisata yang berkelanjutan.
Sementara itu Agung Tris Sasongko (BPPS) sangat berharap agar forum Java Promo tersebut benar-benar bisa menggerakkan wisatawan dari Jawa Barat ke Yogyakarta khususnya Sleman.
“Sinergi antar Badan Promosi Pariwisata dari Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul dan Gunung Kidul ini sudah sangat bagus. Ini awal yang positif dan kami berharap bisa dikembangkan ke program-program yang lain agar saling mengisi dan menguatkan,” jelasnya.
Terkait perluasan kualitas kunjungan, Priastana menyebut adanya peluang yang bisa diambil. “Ada pertanyaan dan permintaan tentang tempat praktik kerja industri (Prakeris) dari siswa SMK dari Jawa Barat. Prakerin adalah kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran bagi siswa SMK yang dilakukan di dunia usaha atau dunia industri yang berkaitan dengan kompetensinya. Ada model yang dikembangkan Amikom yang bisa dijadikan jembatan untuk program itu,” tandasnya.
Sementara itu Sunardiono dari BPPDGK menyampaikan adanya perluasan destinasi yang dimiliki Gunung Kidul. “Kami memiliki beragam jenis destinasi baik pantai, goa, kuliner maupun desa wisata berkelas dunia. Tiketnya pun tergolong murah. Jadi silakan rencanakan paket wisata ke Gunung Kidul dan kami akan menyambut dengan layanan terbaik dari beragam destinasi,” kata pemilik The Manglung View & Resto tersebut. (Iud)
