Jalan Kampung untuk Akses Alat Berat Proyek Tol Yogya-Bawen, Warga Keluhkan Dampak Polusi

share on:
Akses jalan masuk truk pengangkut material dan alat berat di Padukuhan Sanggrahan RT 02 RW 15 Kalurahan Tirtoadi || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Warga yang tinggal di seputar lokasi pengerjaan persiapan konstruksi Jalan Tol Yogya-Bawen Seksi 1 di Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati mengeluh. Pasalnya aktivitas yang dilakukan berdampak polusi udara serta suara bising dan getaran dari kendaraan truk dan alat berat.

Salah satunya dikeluhkan oleh warga Padukuhan Pundong V, Sukmono selaku Dukuh, mengungkapkan meski wilayah dusunnya tidak terlintas ruas Jalan Tol Yogya-Bawen Seksi 1 akan tetapi armada truk yang mengangkut material tanah  melintasi jalan yang berdekatan dengan permukiman penduduk.

“Armada truk membawa material, dibawa ke dalam lokasi proyek, jadi sisa-sisa tanah yang terjatuh ke jalan itu yang menimbulkan polusi debu jika tidak disiram air,” jelas Sukmono kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Sambungnya, sejauh ini pihak pelaksana proyek hanya membersihan atau menyiram material di sisi utara bangunan Selokan Mataram saja, di sisi lain wilayah dusun Pundong V hingga di sisi bangunan Selokan Mataram.

"Kami berharap penyiraman air pada jalan dilakukan hingga di selatan Selokan Mataram, itu masih wilayah kita (dusun Pundong V) selain itu agar penyiraman lebih sering dilakukan,” pinta dia.

Senada dikatakan oleh Ketua RW 15 Padukuhan Sanggrahan Suradi, dia mengatakan warga sudah mengeluhkan dampak debu di lokasi proyek hingga di daerah perkampungan, termasuk alat berat yang masuk melalui wilayah RT 02 RW 15.

“Kami seluruh warga mendukung pembangunan jalan tol ini, terkait polusi udara yang sempat terjadi, dari pihak pelaksana sudah melakukan penyiraman. Soal alat berat yang masuk melalui jalan kampung di wilayahnya memang sempat dikeluhkan oleh warga karena datang saat tengah malam dan menimbulkan kebisingan, namun sudah diatasi oleh kontraktor,” ujarnya.

Diungkapkan, sebetulnya di wilayah RT 02 RW 15 lahan terdampak oleh proyek Jalan Tol Yogya-Solo  (Seksi 2) termasuk akses jalan dan berbatasan langsung dengan area Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1, dirinya bersama warga berharap agar segera direalisasikan pembayaran uang ganti kerugian sehingga warga bisa segera pindah dari lokasi tersebut.

“Kami berharap pembayaran uang ganti kerugian lahan proyek Jalan Tol Yogya-Solo  segera dibayarkan,  di sini ada sekitar 25 warga,” mohon dia.

Carik Tirtoadi yang saat ini juga menjabat selaku Pj Dukuh Sanggrahan Muh Ridwan SIP menjelaskan bahwa sekitar dua minggu lalu warga di sekitar lokasi proyek melakukan pertemuan membahas persoalan tersebut. Warga diminta untuk melakukan pendataan semua persoalan yang muncul sebagai dampak dari proyek tersebut.

“Kami minta dibuat notulensi rapat, yang hasilnya akan kami serahkan ke pihak kontraktor, kami berharap daftar inventarisasi persoalan yang dikeluhkan warga, lanjutnya, diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pihak kontraktor. Misalnya soal debu dari kendaraan berat yang lewat bisa diatasi dengan penyemprotan menggunakan alat yang lebih memadahi,” jelasnya.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku pelaksana proyek melalui Humas  proyek Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Paket 1, Sumelang mengatakan untuk penanganan debu saat ini masih dalam proses penambahan water tanki.

“Untuk mendatangkan pengiriman alat berat memang dilakukan pada malam hari karena arus lalu lintas sepi, kalau mobilisasi pada saat jam kerja  arus lalin padat,” jelas Sumelang menjawab konfirmasi yogyapos.com melalui pesan singkat.

Terkait proses pembebasan lahan yang berada pada ruas Jalan Tol Yogya -Solo di wilayah Pedukuhan Sanggrahan, pihaknya mendorong kepada Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) pengadaan lahan untuk segera menuntaskan.

“Besok agenda saya mengejar ke PPK lahan untuk segera dipercepat proses UGK (uang ganti kerugian-red) Yogya-Solo dan UGK Tanah Kas Desa proyek Yogya-Bawen,” katanya. (Opo)

 


share on: