Yogyapos.com (BANTUL) - Tradisi Ingkungan menandai puncak Merti Dusun Sumuran Palbapang Bantul. Diawali dengan prosesi kirab budaya mengelilingi padusunan sambil mengambil ingkung di tiap RT, upacara adat sebagai tanda syukur ini ditutup dengan kembul bujana. Tidak kurang dari 75 ingkung dinikmati sekitar 400an warga Sumuran.
Penewu Bantul Kusmardiono SSos MAcc yang hadir dalam acara ingkungan sangat mengapresiasi swadaya dan kebersamaan warga Sumuran hingga mampu menggelar Merti Dusun sedemikian meriah. "Merti ini kami harapkan mampu menggerakkan kesadaran warga masyarakat untuk membangun dan mengelola potensinya. Jika tradisi ini diperluas maka Kalurahan Palbapang akan semakin maju dan berbuday,” katanya saat memberi sambutan.
Hal senada disampaikan anggota DPRD Bantul Pramu Diananto Indratriatmo. “Kami sangat mengapresiasi semangat dan kegotong royongan warga Sumuran dalam menggelar Merti Dusun. Harapan kami ini memberikan manfaat bagi masyarakat untuk tetap bersatu,” harapnya.
Tradisi Ingkungan Dusun Sumuran || YP-Wahjudi Djaja
Sedangkan dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta, Wahjudi Djaja SS MPd dalam sambutannya selaku pendamping mengatakan Kalurahan Palbapang perlu segera menindak lanjuti semangat warga. “Sesuai Pergub Nomor 93 Tahun 2000, orientasi ke depan adalah terbentuknya kalurahan mandiri budaya. Apa yang dilakukan Dukuh Sumuran ini kami harapkan memotivasi dukuh lain untuk melakukan hal yang sama. Mari membangun Palbapang dengan pendekatan budaya,” kata Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY ini.
Dalam ucapan selamat datang, Lurah Palbapang Sukirman SH menyampaikan terima kasih atas kesadaran warga Sumuran untuk menggelar Merti Dusun. “Mari bersama-sama mewujudkan Palbapang Berkembang yang bersih, kreatif edukatif dan membangun,” ajaknya.
Sebelumnya pada Sabtu (29/9/2023) sore, diadakan kirab budaya. Dipimpin R Bambang Nursinggih SSn dari Lembaga Kebudayaan Jawa (LKJ) Sekar Pangawikan. Diikuti bregada Kyai Mojo, PKK Sumuran, perwakilan RT dan warga Sumuran.
Yang menarik dari prosesi itu diikuti oleh Prof Sarah Weiss (Dosen Etnomusikologi
Kunst Universitat Graz Austria). Dia datang ditemani seniman Gati Andoko. Dalam pengamatannya, Sarah melihat dusun ini damai dan memberikan kehangatan. “Sepanjang jalan kami lihat warga memberi salam atau melambaikan tangan. Tradisi ini harus diteruskan dan dikelola dengan baik agar memberikan energi positif bagi warganya. Jiwa atau batin itu penting untuk diperhatikan,” tandasnya.
Hadir dalam tradisi Ingkungan Kapolsek Bantul AKP Riyan Permana Putra, Forkom Kapanewon Bantul, Babinsa Palbapang, Babhinkamtibmas Palbapang,Dukuh Sumuran Supiyanta selaku Ketua Panitia Merti Dusun, dan tokoh masyarakat. (Iud)
