Ingin Liburan Keren? Campinglah di Dewi Keren Sleman

share on:
Suasana camping di Dewi Keren || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Cuti bersama yang bersambung dengan liburan sekolah dimanfaatkan orang tua untuk mengajak anaknya untuk menikmati suasana desa yang asri dan sunyi. Selain memberi ruang bagi tumbuh kembang anak, langkah itu juga menjadi bagian pendidikan karakter.

Salah satu destinasi yang bisa dijadikan alternatif kegiatan orang tua dan lembaga pendidikan adalah desa wisata Kedung Aren di dusun Pisangan, Tridadi, Sleman. Lokasi di dekat kompleks pemerintah Kabupaten Sleman nampaknya menjadi salah satu unggulan destinasi yang kerap disingkat Dewi Keren ini.

Meskipun berada di tepi jalan Magelang, namun begitu masuk dusun ini tak terdengar kebisingan. Yang ada ada suasana desa yang asri, suara gemericik air Kali Sempor, lanskap tanah terasing yang indah dan view Gunung Merapi di sisi belakang.

“Selama musim liburan sekolan ini kami sudah beberapa ketempatan camping baik keluarga maupun lembaga pendidikan. Seperti malam ini ada tujuh keluarga dari Bantul yang camping. Minggu lalu Lembaga Tahfiz Quran Pangukan juga camping disini sebanyak 75 orang. Minggu depan juga sudah ada pemesanan untuk outbond,” kata Dukuh Pisangan Yamtana saat ditemui yogyapos.com, di sela-sela pengamanan camping, Minggu (2/7/2023) malam.

Menyediakan alam dan kehidupan apa adanya nampaknya justru menjadi daya tarik Dewi Keren. Jauh dari kesan latah, pengelola destinasi yang diperkuat KWT yang khusus menyediakan beragam olahan dari pisang ini berusaha keras untuk mempertahankan suasana desa sealami mungkin.

“Kami menyediakan Dusun Pisangan sebagai tempat edukasi bagi anak. Mereka bisa belajar apa saja yang ada di dusun kami,” lanjutnya ditemani beberapa pengelola Dewi Keren.

Langkah Dukuh Pisangan itu mendapat dukungan Wahjudi Djaja dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) yang sejak awal mendampingi Dewi Keren. “Asal dikelola dan ditekuni, Dewi Keren bisa menjadi transit wisatawan dari arah Magelang yang mau ke Yogyakarta. Orang tua wajib mendampingi anaknya dalam mengenalkan kehidupan masyarakat dan alam pedesaan untuk mengimbangi rutinitas dan pengaruh gadget atau gawai. Masa anak-anak adalah periode terbaik untuk mengenalkan kemandirian dan kearifan lokal,” tandasnya.

Sebagai bagian promosi, pengelola Dewi Keren sementara baru memungut biaya yang murah. Jika mereka membawa tenda sendiri kami hanya memungut rata-rata Rp 10.000 per anak. “Tetapi jika kami yang menyediakan tenda , maka harganya kami sesuaikan. Prinsipnya, apa yang kami sediakan bisa memberikan manfaat bagi anak dan keluarga,” kata salah seorang pengelola, Widada.  (Iud)

 

 


share on: