Informasi Cepat dan Tepat Faktor Penting Keberhasilan Penanganan Bencana

share on:
Para narasumber FGD bertema ‘Validasi Model Distribusi Informasi Kontekstual Adaptif untuk Optimalisasi Alokasi Sumber Daya pada Fase Tanggap Darurat Bencana’, Kamis (7/5/2026) || YP-ist

Yogyapos.com (YOGYA) - BPBD DIY bekerja sama dengan Universitas Amikom Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Validasi Model Distribusi Informasi Kontekstual Adaptif untuk Optimalisasi Alokasi Sumber Daya pada Fase Tanggap Darurat Bencana’, di Gedung Timur BPBD DIY, Jl. Yogya, Kamis (7/5/2026).

BACA JUGA: Begini Kronologi Kecelakaan Karambol Libatkan Enam Kendaraan di Maguwoharjo

Acara dihadiri Nila Feby Puspitasari SKom MCs, Kasrem) 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama SSos MHan mewakili Danrem 072/Pamungkas, serta diikuti sekitar 45 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BMKG, PMI, Basarnas, Satpol PP, BBWSSO, BPBD se-DIY, dan tamu undangan lainnya.

BACA JUGA: Indonesia Pilih Jalur Kolaboratif Bangun Industri AI

Dalam sambutannya, Julianto Wibowo ST, selaku Analis Mitigasi Bencana BPBD DIY menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang cepat, akurat, kontekstual, dan tepat sasaran menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan bencana, khususnya pada fase tanggap darurat.

BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Lepas 421 Generasi Berprestasi Tahun 2025/2026

“Melalui model distribusi informasi kontekstual adaptif ini, diharapkan dapat tercipta mekanisme distribusi informasi yang lebih efektif bagi seluruh pemangku kepentingan, sehingga ketepatan dan kecepatan alokasi sumber daya dalam penanganan bencana dapat semakin optimal,” ujarnya.

BACA JUGA: Latihan Irama Perkutut P3SI Sleman Kian Diminati, Kungmania Siap Ramaikan LPJI Phoenix Cup 3

Sementara itu, pemateri utama Nila Feby Puspitasari SKom MCs memaparkan hasil kajian mengenai tren kejadian bencana di Indonesia periode 2015–2024 yang menunjukkan dominasi bencana hidrometeorologi basah serta tantangan penanganan bencana geologi yang memiliki dampak kerugian besar.

BACA JUGA: Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem, Bukan Hanya Bebas Visa

Dalam paparannya dijelaskan bahwa keberhasilan fase tanggap darurat sangat dipengaruhi oleh integrasi antar lembaga, adaptasi terhadap dinamika situasi lapangan, serta distribusi informasi yang akurat dan cepat. Berbagai kendala yang masih dihadapi antara lain lemahnya integrasi data lintas sektor, belum optimalnya komunikasi vertikal antarlembaga, hingga belum adanya mekanisme verifikasi dan penjaminan kualitas informasi secara terstruktur.

BACA JUGA: Lakukan Pengawasan Pangan, Gus Hilmy: Gudang Penuh, Distribusi Perlu Kolaborasi

Sebagai solusi, dikembangkan model distribusi informasi kontekstual adaptif dua lapis antara Pos Lapangan dan Posko, yang mengedepankan pelaporan terstruktur, verifikasi kualitas informasi, serta pengolahan data terpadu guna menghasilkan shared situational awareness bagi seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA: Tim Jateng Dominasi Final Campus League 2026-Basketball Region Jogja

Model tersebut juga didukung pendekatan siklus OODA (Observe, Orient, Decide, Act) dan Recognition Primed Decision (RPD) agar informasi yang dihasilkan lebih cepat, tepat, dan dapat langsung digunakan dalam pengambilan keputusan serta optimalisasi alokasi sumber daya saat penanganan darurat bencana.

BACA JUGA: Harga Sapi Mengalami Kenaikan Signifikan, Tembus Rp 30 Juta

Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama menyampaikan bahwa Korem 072/Pamungkas mendukung penuh upaya penguatan sistem informasi kebencanaan yang terintegrasi dan adaptif sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap bencana di wilayah DIY.

BACA JUGA: Unjaya Perkuat Sinergitas dengan Korem 072/Pmk

Melalui kegiatan FGD ini diharapkan lahir rekomendasi aplikatif yang mampu memperkuat tata kelola informasi kebencanaan, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan efektivitas operasi kemanusiaan demi keselamatan masyarakat terdampak bencana. (*/red)


share on: