Yogyapos.com (YOGYA) - Empat desainer muda yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC) Yogya baru saja, mempresentasikan karya-karyanya dalam ajang ‘Modest Wear Zone 2022’, di Galeria Mall, Sabtu (26/2/2022). Mereka terdiri dari Neni R Bayu, Dwi Nurhasanah, Irun Maulana dan Melati Soedjarwo. Kegiatan diisi dengan peragaan busana, talkshow serta pembukaan gerai ‘House of Lmar’ .
National Secretary General IFC Lia Mustafa menjelaskan, unjuk kebolehan para disainer muda ini dimaksudkan sebagai pembuktian bahwa masa pandemi bukan alasan berhenti berkreasi. Selain itu, unjuk karya ini diharapkan mampu membangun keyakinan masyarakat bahwa berdamai dengan pandemi dapat dilakukan dengan kreasi yang positip.

“Semangat dan pembuktian bahwa justru disaat seperti ini kita sudah harus mem biasakan dan bersahabat dengan pandemi, bukan malah menjauh dan justru malah tidak melakukan sesuatu,” ujar Lia dalam sambutannya dihadapan para undangan dan pengunjung mall.
Lebih lanjut Lia menyampaikan, industri busana merupakan salah satu pilar yang punya peran penting dalam mendorong roda ekonomi. Oleh karena itu, karya-karya dan kreasi positip ini sangat ditunggu publik. Oleh karena itu, meski dengan segala aturan keterbatasan protokol kesehatan, pihaknya merasa bersyukur kegiatan unjuk karya ini dapat digelar.
“Kali ini undangan memang tidak terlalu banyak, karena kami harus mentaati aturan protokol kesehatan. Tapi ini wujud semangat dari para rekan disainer untuk berkarya,” ujar Lia.
Terhadap thema ‘Hope In Life’ yang diusung dalam pagelaran ini, menurut Lia, hal itu sebagai gambaran bahwa setiap manusia harus selalu punya harapan dalam hidupnya. Karena dengan harapan manusia akan mempunyai motivasi dalam menjalani kehidupan.

Jadi persembahan yang memaukau || YP-Sulistyawan DS
Sementara itu, disainer Melati Sudjarwo mengungkapkan karya yang ditampilkan di ajang Modest Wear Zone 2022 ini merupakan karya-karya terbaru. Pihaknya berharap, karya ini mampu mendapat samburan positip dari para pecinta busana yang ada di tanah air.
“Masa pandemi ini mempengaruhi kreatifitas para disainer. Semoga saja, karya-karya dari p[ara desinaer ini juga mampu menjadi tren setter terutama untuk jenis busana muslim,” ujar Melati.
Ditambahkannya, gaya busana kaum millenial sekarang ini mengalami pergeseran dari serba glamaour ke busana yang ringan, simpel dengan didominasi warna-warna lembut. Selain itu, untuk busana juga biasana merupkan busana yang bisa dipakai untuk segala suasana, baik suaana formal maupun busana sehari-hari. (Sulistyawan Dibyosuwarno)
