Yogyapos.com (YOGYA) - Sikap Dewan Pimpinan Pusat Partai Pesratuan Pembangunan (DPP PPP) yang mendukung pencapresan Ganjar Pranowo, dianggap sebagai keputusan gegabah dan melanggar garis perjuangan partai.
Banyak tokoh partai yang kecewa dengan sikap politik pengurus DPP PPP. Salah satunya mantan ketua DPD PPP DIY HM Syukri Fadholi SH. “Saya minta keputusan dukungan terhadap Ganjar Pranowo segera dicabut karena tidak sesuai dengan khitah partai,” kata HM Syukri Fadholi kepada yogyapos.com, baru-baru in.
Menurut mantan Wakil Walikota Yogyakarta tersebut, keputusan DPP PPP yang mendukung Ganjar lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. “Mereka sebaiknya segera sadar dan melakukan taubatan nashuha,” tegas HM Syukri Fadholi.
Seperti diungkapkan Syukri, keputusan elit PPP tersebut lebih didasari karena pertimbangan nafsu jabatan dan kekuasaan. “Mereka mestinya melihat kondisi riil bahwa konstituen partai menghendaki adanya perubahan rezim bukan melestarikan rezim,” tegasnya
Ditegaskan juga bahwa bila para elit partai tetep mendukung Ganjar, sama artinya ingin menjerumuskan partai. Suara PPP dipastikan akan tambah jeblog. Hal ini bisa terjadi karena keinginan warga partai tidak diakomodir para elit. “Saya sendiri tidak akan nyoblos PPP kalo mereka tetep dukung Ganjar,” ucapnya.
Sebagaimana diungkapkan Syukri, dengan melihat kondisi jalannya pemerintahan belakangan ini, partai PPP mendambakan perubahan kekuasaan. “Kami merasakan jalannya pemerintahan tak lagi sesuai dengan Pancasila dan UUD 45. Pemerintahn sudah dikendalikan oligarki,” lanjut Syukri.
Syukri terang-terangan menolak mendukung capres yang dibekingi oligarki. Ia menilai keputusan elite PPP ini sudah mengkhianati asas Islam, khittah dan prinsip perjuangan partai.
PPP sebagai partai berazas Islam mempunyai tiga misi utama dalam menegakkan prinsip dan khitah perjuangan partai dalam kehidupan bangsa dan negara. Pertama, sebagai penegak Risalah Islamiyah yakni akidah dan akhlak Islam dalam tatanan kehidupan masyarakat dan bangsa, serta sebagai pembawa aspirasi dan pembela umat Islam Indonesia.
Kedua, sebagai benteng agama dan moral bangsa agar negara tidak menjadi atau mengarah kepada negara yang sekuler dan komunis, seperti yang dilihat akhir-akhir ini. Ketiga, Menegakkan prinsip keadilan dan kebenaran hukum dan ekonomi bagi rakyatnya agar bangsa dan negara tidak ditindas oleh kekuatan oligarki dan kekuatan asing.
“Pertanyaannya, apakah elite partai dari pusat sampai wilayah dan daerah sudah mampu melaksanakan dan menegakkan misi tersebut atau belum demi memperjuangkan nasib rakyat dan umat Islam Indonesia?” jelasnya.
Syukri berani menjamin dukungan partai terhadap Ganjar hanya dukungan segelintir elit. Dengan demikian dipastikan mereka hanya membawa gerbong kosong. “Kami ingin mendukung Anis Baswedan demi perubahan di negri ini,” tegasnya. (Gin)
