Hj Emi Masruroh Kukuhkan 92 Bunda Literasi Kapanewon dan Kalurahan di Bantul

share on:
Bunda Literasi Bantul HJ Emi Masruroh SPd menyerahkan SK Penetapan Bunda Literasi Kapanewon dan Kalurahan || YP-Mufti AM

Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 92 bunda literasi dari 17 Kapanewon dan 75 Kalurahan se-Kabupaten Bantul masa bakti 2023-2026 dikukuhkan oleh Bunda Literasi Kabupaten Bantul, Hj Emi Masruroh SPd, di Aula Sasana Widya Parwa, gedung Perpustakaan Daerah, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 1 Bantul, Selasa (21/03/2023).

Emi Masruroh menegaskan bunda literasi merupakan sosok atau figur yang berperan strategis sebagai penggerak literasi di garda terdepan. Ia punya pengaruh besar dalam mempromosikan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayahnya. Peran bunda literasi menurut Emi tidak kalah mulia dibanding peran-peran lain semacam Ketua Tim Penggerak PKK atau Bunda PAUD. Umumnya peran itu melekat kepada pejabat wanita atau istri kepala wilayah seperti panewu dan lurah.

“Peran bunda literasi janganlah dianggap sebagai beban atau menambah pekerjaan. Namun,  sinergikan peran bunda literasi bersama kader PKK dan bunda PAUD, karena aktivitasnya bisa berjalan secara bersamaan. Jadi akan terasa lebih ringan. Apalagi menyangkut literasi, sangat mungkin masuk di semua lini kegiatan,” jelas Emi.

Emi menyampaikan indeks literasi Indonesia masih dipandang rendah. Maka, peran bunda literasi diperlukan untuk mendorong gerakan membaca masyarakat, terutama memotivasi anak-anak agar rajin membaca. Gerakan membaca dan menulis dapat dilakukan melalui pojok-pojok baca yang ada di masyarakat

Bunda Literasi Bantul foto bersama dengan semua Bunda Literasi Kapanewon dan Kalurahan || YP-Mufti AM

“Paling tidak, mulai dari diri kita dulu dan keluarga di rumah. Kemudian diteruskan ke lembaga pendidikan di wilayah masing-masing. Coba hitung, ada berapa sekolah di setiap kalurahan. Begitu pula dengan PAUD, pasti ada banyak sekali,” ujar istri Bupati Bantul ini.

Ia menambahkan, perpustakaan bukan hanya tempat membaca saja. Perpustakaan lebih diarahkan menjadi pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berkomitmen pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Perpustakaan kini lebih berkembang melaksanakan kegiatan-kegiatan berbasis literasi terapan.

“Saya mendapat amanah dari Perpustakaan Nasional untuk menjalankan program literasi di Kabupaten Bantul. Saya berharap, para Bunda Literasi Kapanewon dan Kalurahan supaya menindaklanjuti menggerakkan kegiatan literasi masyarakat, taman bacaan, serta perpustakaan di wilayahnya,” harap Emi di akhir sambutan.

Bunda Literasi Kapanewon dan Kalurahan se-Kabupaten Bantul masa bakti 2023-2026 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati. Penetapan bunda literasi tersebut dalam rangka memperkuat pembinaan dan peran perpustakaan, mendorong pembudayaan kegemaran membaca, meningkatkan literasi masyarakat, serta optimalisasi transformasi perpustakaan di Kabupaten Bantul. (Mufti AM)


share on: