Yogyapos.com (YOGYA) – Mantan Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi angkat bicara terkait tagihan sejumlah vendor senilai Rp 7,2 miliar terhadap Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogya.
Heroe menyebutkan pada 30 Maret 2021 PMI Yogya menggelar Musyawarah Kota (Muskot) dan memilih dirinya sebagai Ketua. Meski terpilih sebagai ketua, tapi ia belum pernah mendapatkan berkas serah terima jabatan dari pengurus PMI Kota Yogyakarta periode 2016-2021.
“Sudah beberapa kali saya sebagai ketua terpilih (ketua yang belum menerima SK, begitu menurut AD ART PMI) meminta agar ada serah terima jabatan berupa berkas yang diperlukan termasuk berkas laporan keuangan. Tetapi sampai sekarang juga belum diberi,” kata Heroe kepada yogyapos.com, Kamis (16/3/2023).
Ia menyatakan, beberapa kali meminta (dalam rapat maupun melalui surat) dilakukan cut off atau pengalihan pengelolaan keuangan PMI Kota Yogyakarta dari pengurus periode 2016-2021 kepada ketua terpilih, dengan cara menyerahkan laporan keuangan, menyerahkan buku-buku rekening dan cek, membuat berita acara serah terima. Tetapi sampai sekarang, belum menerimanya. Karena itulah ia kemudian mengundurkan diri.
“Sampai pada Agustus 2022, saya terkejut ketika ada vendor yang menagih tagihan sekitar Rp 3 Miliar lebih. Dan juga ada beberapa vendor lain yang ternyata mengalami kemacetan pembayaran. Sesuatu hal yang tidak pernah disampaikan dalam rapat maupun kepada saya selaku Ketua Terpilih tentang kondisi keuangan PMI Kota Yogyakarta,” jelasnya.
Dalam kondisi demikian PMI Kota Yogya sempat beberapa kali tidak lancar memproses pengolahan darah untuk pasien. Hal itu terjadi karena vendor mengurangi pasokan bahan reagen untuk mengolah darah. Setelah ada komunikasi ketua Terilih denga vendor-vendor, untuk memberikan kepastian pembayaran kewajiban kepada vendor, akhirnya ketua terpilih memindahkan pembayaran darah dari rumah sakit yang semula dibayarkan kepada 9 buku rekening, dipindahkan ke dalam satu rekening saja. Rekening baru itu menampung semua dana untuk operasional, dan penggajian staf. Sehingga, dengan ketua Terpilih mengetahui alur dana dan kas PMI Kota Yogyakarta, sejak saat itu pengiriman bahan reagen dari vendor lancar, dan PMI Kota Yogyakarta bisa memproses semua darah yang ada di PMI Kota Yogyakarta. Pembayaran kepada vendor pun setiap bulan jadi lancar.
"Tapi karena memindahkan pembayaran dari Rumah sakit itu pun saya sebagai ketua Terpilih sempat diberi somasi. Padahal jika tidak saya lakukan pengalihan pembayaran, bisa jadi pelayanan PMI Kota Yogyakarta terhambat krn keterlambatan pembayaran dg vendor penyedia reagen. Dengan demikian Ketua Terpilih mengetahui kondisi keuangan, dan busa melalukan pembayaran kpd pihak vendor lbh lancar. Sebab buku rekening dan cek milik PMI Kota Yogyakarta masih dipegang oleh pengurus PMI periode 2016-2021,” jelasnya
Menurut Heroe, ia mengirim surat terakhir agar pengurus 2016-2021 menyerahkan semuanya itu paling lambat Desember 2022, ternyata tidak ada realisasinya.
Setelah tidak ada tanggapan tersebut, mengingat banyak hak yg harus diselesaikan oleh PMi Kota Yogyakarta. Sedangkan jabatan sebagai Ketua Terpilih (belum definitif karena belum ada SK, AD ART PMI menyatakan ketua Terpilih bisa menjalankan organisasi PMI) sangat terbatas kewenangannya. Maka dengan sejumlah Pengurus PMI Kecamatan dan melaui Musyawarah Kerja PMI Kota Yogyakarta, mencari cara utk menyelsaikan persoalan di PMI Kota.
“Saya konsultasi dengan Bpk Pj Walikota selaku Ketua Dewan Pembina PMI Kota, dengan Pak Herry Zudianto selaku Ketua Dewan Kehormatan PMI DIY, dan konsultasi dengan PMI DIY yang diterima oleh GBPH Prabukusuma, Pak Haka Astana dan pak Kardi.
“Sampai akhirnya, saya dengan sebagian besar Pengurus PMI Kemantren/kecamatan dan Staf PMI Kota bertemu dg PMI DIY utk menyelesaikan semua persoalan yg ada di PMI Kota Yogyakarta. Dan disepakati, karena kewenangan Ketua Terpilih sangat terbatas, perlu dilakukan proses reorganisasi dan penyelesaian permasalahan secara menyeluruh. Dan dari situ disepakati bahwa saya sebagai ketua terpilih menyerahkan mandat kpd PMI DIY dengan harapan PMI DIY bisa mempercepat proses penyelesaiannya,” pungkas Heroe. (Met)
