Yogyapos.com (KLATEN) - Masyarakat Desa Tambongwetan Kalikotes Klaten tumpah ruah di area balai desa. Mereka begitu antusias mengikuti Lomba Kirab Budaya yang digelar pemerintah desa Tambongwetan pada Sabtu (26/8/2023) sore.
Kegiatan yang diikuti delapan kontingen dari delapan RW itu dilepas Kepala Desa Tambongwetan Yuliyarti SPd di halaman Gedung Bhakti Taruna.
Kirab budaya yang digelar pertama kali sejak pandemi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kreativitas dan kekompakan warga. “Harapan kami setelah lomba kirab budaya ini semangat warga untuk membangun desa semakin tinggi. Tolong jaga ketertiban dan keamanan mengingat jalanan yang ramai,” tandas Yuliarti.
Masing-masing kontingen menampilkan potensi dan keunikan. Apalagi panitia mengharapkan agar tiap kontingen membuat yel-yel. "Semangat dan kekompakan warga sangat tinggi. Meskipun kami hanya memberi dana stimulans Rp 700.000 tetapi swadaya masyarakat ternyata tinggi,” ungkap Sekretaris Desa Agung Wiyono.
Setelah menyusuri rute mengelilingi desa setiap kontingen menampilkan atraksi seni untuk dinilai tim juri. “Terima kasih atas semangat dan kegotongroyongan warga Tambongwetan dalam memeriahkan 78 tahun NKRI. Mari kita rawat dan jaga semangat para pahlawan sebagai modal membangun desa,” pinta Veronika Retna Setyaningsih SKM MMR yang juga Plt Camat Kalikotes saat membuka lomba seni.
Sedangkan Heti Purwani dari Dewan Kesenian Klaten menyampaikan dengan kegiatan Lomba Kirab Budaya dan Seni ini diharapkan warga Tambongwetan semakin mencintai budaya sendiri.
“Kebetulan ini adalah wilayah binaan saya. Sehingga kami sangat mendukung dan mengapresiasi, semoga tahun depan bisa lebih meriah dan kreatif. Banyak potensi seni budaya di Tambongwetan yang bisa dikelola dan dikembangkan,” pesannya.
Antusiasme warga Tambongwetan mengikuti lomba kirab budaya || YP-Wahjudi Djaja
Salah satu juri, Wahjudi Djaja SS MPd memberi masukan agar ada arah dalam pengembangan kebudayaan. “Tadi kami lihat ada keinginan untuk menampilkan seni tradisi dan ekspresi anak-anak. Ini modal berharga yang perlu kita suport. Bahkan ada peserta yang mengangkat narasi sejarah lokal dalam bentuk kisah cerita. Mereka adalah calon seniman Klaten,” ujarnya.
Penyerahan hadiah lomba rencananya akan dilaksanakan pada 9 September 2023 bersamaan dengan pergelaran wayang kulit semalam suntuk. Gelar wayangan ini dimaksudkan sebagai rangkaian penutup peringatan 78 Tahun Kemerdekaan Indonesia di desa Tambongwetan.
Hadir dalam Lomba Kirab Budaya Tambongwetan jajaran Forkompim Kecamatan Kalikotes dan tamu undangan dari kalangan seniman maupun tokoh masyarakat. Turut hadir Babinkamtibmas Aiptu Widi Nugroho dan Babinsa Sertu Mulyadi. (Iud)
