Yogyapos.com (BANTUL) - Hari Relawan PMI 2022 bertema Solidarity Through Volunteering diperingati Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan, diikuti oleh 800 orang relawan PMI seluruh DIY dan mitra, di Lapangan Paseban, Bantul, Senin (26/12/2022).
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-gandeng-pmi-pks-sleman-aksi-donor-darah-3738
Hadir pada acara ini Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo dan Ketua PMI DIY GBPH H. Prabukusumo SSpi beserta seluruh Komponen PMI se-DIY. Selain apel kesiapsiagaan, digelar pula simulasi penanganan darurat kebakaran kolaborasi PMI dengan PSC 119 dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantul, display kendaraan operasional pelayanan PMI, dan unjuk keterampilan dari Relawan PMI Kabupaten dan Kota seluruh DIY.
“Relawan telah banyak sumbangsihnya untuk membantu sesama dan menginspirasi kerja-kerja kemanusiaan di seluruh dunia. Tidak hanya pada masa kedaruratan namun juga kontribusinya untuk masyarakat dan organisasi PMI termasuk adalah Pendonor Darah Sukarela. Maka Peringatan Hari Relawan ini sangat penting untuk memberikan pengakuan dan apresiasi bagi Relawan PMI dengan segala kiprahnya,” tutur GBPH H Prabukusumo SPsi.

Menurutnya, kiprah relawan menggema pada saat tanggap darurat bencana tsunami di Aceh akhir tahun 2004 yang lalu. Kiprah relawan pun didedikasikan untuk kerja kemanusiaan pada saat bencana gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006. Disusul bencana di Pangandaran, Wasior, bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010 sampai dengan di daerah konflik seperti Ambon dan Poso.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-gusti-prabu-ingin-realisasi-program-100-kantung-darah-gratis-5762
Kerelawanan ini sebenarnya budaya kita dan sudah ada sejak dulu. Gunanya mengajari setiap orang rela berkorban, mulai dari waktu, tenaga, pemikiran hingga harta benda. Semua pengorbanan tersebut dilakukan demi membuat perubahan ke arah perbaikan lebih cepat, meringankan beban orang lain untuk kepentingan kemanusiaan. Menjadi inspirasi kita tentang keikhlasan.
Relawan merupakan jantung organisasi dan menjadi garda terdepan organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu, perlu adanya manajemen sumber daya manusia yang responsif terhadap kebutuhan organisasi dan masyarakat yang membutuhkan.
Pengelolaan relawan dari mulai penilaian kebutuhan, perencanaan, pengorganisasian, rekrutmen, seleksi, pelatihan, penugasan, peningkatan kapasitas, sampai dengan mekanisme kepemimpinan, supervisi, dan evaluasi sudah dilakukan oleh PMI. Pengelolaan relawan kita perkuat dengan motivasi baik dengan dukungan kelompok maupun organisasi.

“Motivasi menjadi hal mendasar mengapa seseoarang bergabung menjadi dan bertahan menjadi relawan. Pada saat Pandemi Covid-19 merebak pada Maret 2020, keselamatan relawan menjadi hal utama. Karena mereka garda terdepan, saat relawan sudah memiliki motivasi kuat, didukung manajemen mobilisasi tentang keselamatan dan perlindungan. Maka akan lebih banyak menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Gusti Prabu.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-korem-072-pamungkas-gelar-donor-darah-1897
Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, salah satu tugas PMI adalah melakukan pembinaan relawan. Pada momentum hari relawan ini, diharapkan relawan tetap mengedepankan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan. Prinsip kemanusiaan dan kesamaan sebagai inspirasi untuk menjangkau lebih banyak orang lain yang membutuhkan dengan meringankan penderitaan secara proporsional yang paling membutuhkan dengan tetap menjunjung harkat dan martabat serta bekerja secara profesional.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-bulan-dana-pmi-yogya-didukung-berbagai-lapisan-masyarakat-194
Prinsipnya kenetralan dan kemandirian dilakukan untuk menjamin kepercayaan masyarakat bahwa bantuan kemanusiaan tidak untuk mendukung agenda politik suatu kelompok. Selaian itu juha bekerja secara otonomi dengan norma dan prinsip yang dipegang teguh. Selanjutnya prinsip kesukarelaan, kesatuan, kesemestaan adalah pondasi dibangunnya organisasi dalam menjunjung tinggi prinsip-prinsip yang lain.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-gusti-prabu-serahkan-alat-medis-ke-pmi-diy-1836
Sementara itu, Haris Eko Yulianto, Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI DIY menjelaskan, peringatan Hari Relawan PMI tahun 2022 dipusatkan di Lapangan Paseban Bantul. Acara peringatan dihadiri oleh ribuan orang, dari internal PMI maupun dari mitra kerjanha. Hal ini dilakukan untuk memberikan apresiasi atas kontribusi Relawan PMI selama ini.
“Jumlah relawan PMI DIY saat ini sekitar 4.232 orang terdiri dari Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), dan Tenaga Sukarela (TSR). Sedangkan jumlah Donor Darah Sukarela ada sekitar 36.481 orang,” kata Haris.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pmi-tempel-sekali-beraksi-terkumpul-40-kantung-darah-3178
Haris juga mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi relawan PMI. PMI terbuka bagi individu maupun kelompok untuk bergabung sebagai relawan PMI tanpa diskriminasi. Masyarakat yang akan bergabung langsung saja mendaftar ke PMI Kabupaten dan Kota sesuai domisili masing-masing. Atau jika kampus atau sekolahnya telah memiliki Unit Palang Merah Remaja (PMR) atau Korps Sukarela (KSR) bisa mendaftar di kampus dan sekolahnya.
"Selama tahun 2022, relawan PMI telah melayani ambulans gawat darurat sejumlah 1.017 layanan dan ambulans non-kegawatdaruratan sejumlah 309 layanan. Sedangkan pelayanan pemulasaran dan pemakaman jenazah sejumlah 309 layanan. Sementara penyemprotan eco enzyme sejumlah 17.500 liter menyasar 84.800 jiwa penerima manfaat. Saat ini PMI DIY sedang menyiapkan keikutsertaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Provinsi Lampung Juli mendatanya," tambahnha.

Haris menambahkan, pada tahun 2005, Presiden Republik Indonesia menjadikan tanggal 26 Desember menjadi Hari Relawan PMI bertepatan dengan setahun pasca tsunami Aceh terjadi. Hal ini merupakan apresiasi Pemerintah RI kepada Relawan PMI yang telah mendarmabaktikan dirinya pada tugas-tugas kemanusiaan. Pada tahun yang sama tepatnya 11 November 2005, Relawan PMI juga mendapat penghargaan “Henry Dunant Medale”. Penghargaan setara Nobel ini dipersembahkan kepada seluruh Relawan PMI atas kontribusinya yang besar dalam penanganan bencana Gempa Tsunami di Aceh-Nias.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pmi-sleman-launching-anjungan-mandiri-doonor-darah-2732
Ruh dan jiwa kerelawanan ini adalah jantung organisasi PMI dalam kerja kemanusiaan. Sejak berdiri tahun 1945, saat itu PMI memiliki tugas awal menolong korban perang kemerdekaaan serta membantu pertukaran tawanan perang sampai dengan saat ini masa Pandemi Covid-19, Relawan terus bergerak meringankan beban masyarakat. Saat bencana, krisis kesehatan, dan pada situasi apa pun, mereka adalah garda terdepan kerja-kerja kemanusiaan PMI.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-rutan-kelas-ii-b-bantul-lakukan-penyemprotan-disinfektan-1795
Untuk membangun semangat persaudaraan serta kepedulian terhadap kemanusiaan, PMI membutuhkan jejaring yang luas, diantaranya dengan mengajak insan pers baik media cetak maupun elektronik untuk berperan serta mendiseminasikan dan mewartakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI. Mari bersama menebar senyum, tiada henti berkarya untuk kemanusiaan. (Spd)
